Dark/Light Mode

Salurkan Bantuan Pangan Tahap II

Bos Bulog Tenang Punya Stok 1,63 Juta Ton Beras

Sabtu, 4 Mei 2024 07:00 WIB
Salurkan Bantuan Pangan Tahap II Bos Bulog Tenang Punya Stok 1,63 Juta Ton Beras

 Sebelumnya 
Khusus wilayah Jakarta, kata dia, Pimpinan Wilayah Bulog DKI akan menyalurkan kurang lebih 2.690 ton beras per bulan.

Ia pun merinci, untuk wilayah Jakarta Barat ada sebanyak 67.000 KPM, Jakarta Pusat 41.000 KPM, Jakarta Utara 55.000 KPM, Jakarta Selatan 51.000 KPM dan Kepulauan seribu kira-kira 2.000 KPM.

“Total, bantuan pangan beras tahap II akan disalurkan kepada 269.000 Keluarga Penerima Manfaat yang ada di wilayah Jakarta,” katanya.

Ia menilai, bantuan pangan tersebut penting untuk terus di­lanjutkan, karena saat ini kondisi perberasan sudah menjadi relatif lebih baik.

Ia pun membandingkan, in­flasi April, umumnya turun dari Maret 0,52 persen sekarang menjadi 0,25 persen.

Baca juga : Duh, Taman Di Jakarta Jadi Tempat Esek-esek

Inflasi beras pada Maret 2,06 persen, sedangkan pada April terjadi deflasi harga beras turun minus (-)2,72 persen. Sehingga kontribusi beras terhadap in­flasi pada Maret masih positif 0,09 persen, berangsur turun pada April yang sudah negatif -0,12 persen.

Hal ini menunjukkan program yang dijalankan Pemerintah mampu menstabilkan gejolak harga beras.

“Apa yang sedang kami usa­hakan, itu mulai menunjukkan hasilnya,” katanya.

Terpisah, Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi mengatakan, berdasar­kan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi pada April 2024 lebih rendah secara bulanan dan secara tahunan. Tingkat inflasi nasional secara bulanan berada di 0,25 persen. Sementara in­flasi menurut komponen harga bergejolak, seperti cabe merah, beras, telur ayam ras dan cabe rawit tercatat mengalami deflasi sebesar 0,31 persen.

Menurutnya, hal ini buah hasil kerja keras kolaborasi Pemerin­tah Pusat, Pemerintah Faerah, BUMN (Badan Usaha Milik Negara), BUMD (Badan Usaha Milik Daerah), para asosiasi dan seluruh stakeholder pangan.

Baca juga : Awas, Jangan Terpeleset!

“Sehingga terlihat hasil positifnya dan terbukti mampu meredam laju inflasi di April, terutama sektor pangan,” ucap Arief dalam keterangannya, di Jakarta, Jumat (3/5/2024).

Adapun, realisasi penyaluran beras program SPHP oleh Bulog sampai 25 April telah menyen­tuh total angka 650 ribu ton, dari target 1,2 juta ton di tahun ini.

Selanjutnya, bantuan pangan beras tahap pertama per 26 April pun telah mencapai 647 ribu ton atau 98,08 persen.

Ia menambahkan, mengenai situasi perberasan nasional ke de­pannya, dia memberi atensi pada kesiapan stok Cadangan Pangan Pemerintah, terutama beras.

“Untuk beras kita harus bersiap. Karena setelah Mei, proyeksi produksi dalam negeri kemungkinan akan mengalami depresiasi sampai akhir tahun, kecuali ada luas tanam yang lebih dari 1 hektar (Ha) per bu­lan,” imbuhnya.

Baca juga : Srikandi Indonesia Libas Gajah Putih

Untuk itu, pihaknya telah meminta Bulog untuk terus melakukan optimalisasi serapan produksi dalam negeri selama 2 bulan ini.

Sebagai informasi, berdasarkan Kerangka Sampel Area (KSA) BPS, produksi beras nasional padaApril 2024 diperkirakan mencapai 5,53 juta ton dan pada Mei 2024 berada di angka 3,19 juta ton.

Selanjutnya, pada Juni 2024 diperkirakan produksi beras mulai menurun menjadi 2,12 juta ton. IMA

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Sabtu, 04 Mei 2024 dengan judul "Atasi Polusi Udara Pemerintah Lagi Hitung Subsidi Untuk Bioetanol"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.