Dark/Light Mode

Kinerja Moncer, Fitch Kerek Rating Bank Mandiri Jadi BBB

Kamis, 9 Mei 2024 17:25 WIB
Bank Mandiri meraih kenaikan rating Internasional Jangka Panjang dan Jangka Pendek. (Ilustrasi Bank Mandiri)
Bank Mandiri meraih kenaikan rating Internasional Jangka Panjang dan Jangka Pendek. (Ilustrasi Bank Mandiri)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk meraih kenaikan rating Internasional Jangka Panjang dan Jangka Pendek (International Long-Term Foreign & Local Currency Rating) dari yang semula ‘BBB-‘ selama 4 tahun terakhir, menjadi ‘BBB’ oleh lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings.

Bahkan, Fitch Ratings juga menaikkan peringkat Nasional Jangka Panjang (National Long-Term Rating), dari yang semula ‘AA+(idn)’ sejak tahun 2019 kini menjadi ‘AAA(idn)’.

Sementara pada Januari 2024, lembaga pemeringkat Standard & Poor’s (S&P) juga meningkatkan peringkat (rating) Bank Mandiri, dari yang sebelumnya ‘BBB-/Stable/A-3’ menjadi ‘BBB/Stable/A-2’.

Corporate Secretary Bank Mandiri Teuku Ali Usman menuturkan, peningkatan peringkat ini didasarkan pada hasil penilaian ulang lembaga pemeringkat atas kecenderungan dukungan Pemerintah terhadap Bank Mandiri sebagai bank BUMN dengan aset terbesar, dan bersifat krusial bagi sistem perbankan Indonesia.

Di samping itu, fundamental Bank Mandiri dinilai terus membaik dan secara relatif lebih positif jika dibandingkan bank-bank lain.

“Mereka melihat profil profitabilitas yang stabil dan sustain, kualitas aset yang terjaga dengan basis DPK yang sehat, serta struktur modal yang solid, juga menjadi faktor yang mendorong meningkatnya peringkat Bank Mandiri ini,” jelas Ali di Jakarta, Kamis (9/5/2024).

Adanya kenaikan peringkat ini, diharapkan Bank Mandiri dapat lebih menarik lebih banyak investor. Baik Equity Investors maupun Fixed Income Investors, serta membuat para investor semakin yakin terhadap keberlanjutan performa Bank Mandiri kedepannya.

Baca juga : Sabet Prestasi Gemilang, Bank Mandiri Taspen Naik Kelas ke KBMI 2

“Perbaikan rating ini merupakan bentuk pengakuan atas membaiknya kondisi keuangan Bank Mandiri secara berkesinambungan,” ucap Ali.

Menurutnya, capaian tersebut pun tidak terlepas dari kinerja bank bersandi bursa BMRI ini, yang semakin prudent dalam melakukan ekspansi bisnis di tengah kondisi pasar yang volatil dan ketidakpastian ekonomi, serta keuangan global.

Hal ini tercermin dari kemampuan Bank Mandiri dalam menyalurkan kredit konsolidasi sebesar Rp 1.435 triliun pada kuartal I-2024, meningkat 19,1 persen secara year on year (yoy).

Pencapaian tersebut melampaui pertumbuhan kredit industri yang secara tahunan tumbuh sebesar 12,4 persen pada akhir Maret 2024.

“Bank Mandiri terus mengedepankan prinsip kehati-hatian, termasuk melakukan berbagai inisiatif dan inovasi layanan bagi seluruh nasabah dan stakeholder guna mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Upaya tersebut pun berbuah manis, terlihat dari posisi kualitas aset Bank Mandiri yang lebih baik, dibandingkan dengan lima bank besar.

Tercatat, rasio non-performing loan (NPL) Gross bank only yang terus terjaga hingga ke level 1,02 persen per Maret 2024, turun 68 basis poin (bps) dari periode yang sama di tahun lalu yang sebesar 1,7 persen.

Baca juga : Raih Kinerja Positif, Aset Hana Bank Tembus Rp 46,9 Triliun Di 2023

Pada saat yang sama, Bank Mandiri juga sangat prudent dan konservatif dalam menetapkan pencadangan kredit, tercermin dari coverage ratio bank only yang berada di level 368 persen.

Perbaikan dari sisi kualitas kredit tersebut juga tercermin dari biaya kredit atau cost of credit (CoC) yang terjaga di level rendah yakni 0,99 persen per akhir Maret 2024.

Lalu, pertumbuhan kinerja keuangan tersebut juga didorong oleh serangkaian inovasi dan strategi digital Bank Mandiri. Salah satunya melalui Super App Livin’ by Mandiri yang telah mampu mengelola 846 juta transaksi pada kuartal I-2024, meningkat 41,7 persen secara yoy dengan jumlah pengguna mencapai 24,4 juta, melesat 40 persen yoy.

Adapun, nilai transaksi Livin’ by Mandiri pada kuartal I-2024 telah menembus Rp 921 triliun yang juga tumbuh sebesar 27,4 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama dengan tahun lalu.

Ali mengatakan, kehadiran Livin’ by Mandiri ini telah berkontribusi pada pertumbuhan pendapatan non bunga perseroan, yang tercermin dari fee based income (FBI) Livin’ by Mandiri sebesar Rp 557 miliar atau naik 25,5 persen yoy.

Sedangkan untuk layanan Wholesale Digital Super Platform Kopra by Mandiri, secara konsisten telah berhasil menjadi market leader untuk transaksi wholesale digital dengan mengelola Rp 4.773 triliun transaksi hingga kuartal I-2024.

Selain itu, pertumbuhan pengguna Kopra by Mandiri, juga meningkat lebih dari dua kali lipat dalam satu tahun terakhir menjadi 200 ribu pengguna per akhir Maret 2024, dimana 93 persen dari giro dikontribusi oleh pengguna Kopra by Mandiri.

Baca juga : Makin Moncer, Mitratel Raup Pendapatan Rp 2,20 Triliun di Kuartal I

Optimalisasi digital tersebut pun berkontribusi pada pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi Bank Mandiri yang mencapai 13 persen yoy dari Rp 1.391 triliun di kuartal I-2023 menjadi Rp 1.572 triliun di akhir kuartal I 2024.

Pertumbuhan ini didorong oleh tabungan yang naik 10,6 persen menjadi Rp 607 triliun secara konsolidasi.

“Selain mencatat performa keuangan yang positif, sebagai agent of development Bank Mandiri juga terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional yang mendukung ekosistem berkelanjutan,” kata Ali.

Komitmen ini sambungnya, diwujudkan dengan penerapan prinsip lingkungan, sosial dan tata kelola atau environmental, social and governance (ESG) Bank Mandiri.

Secara total, portofolio berkelanjutan Bank Mandiri berhasil tumbuh 14 persen dari Maret tahun 2023, menjadi Rp 264 triliun pada akhir Maret 2024.

Jumlah tersebut setara dengan 24 persen dari total portofolio kredit Bank Mandiri. Konsistensi ini juga diikuti oleh serangkaian program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dilakukan Bank Mandiri dengan fokus kepada pemberdayaan masyarakat melalui inklusi finansial.

Program ini telah memberikan dampak positif kepada lebih dari 6,2 juta masyarakat di Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.