Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Rangkaian Waisak
InJourney Lepas 40 Bhikkhu Tudong Gelar Perjalanan Spiritual Ke Candi Borobudur
Rabu, 15 Mei 2024 14:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (InJourney Destination Management) telah melakukan prosesi pelepasan Bhikkhu Thudong, yang akan melakukan perjalanan spiritual, dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, menuju Candi Borobudur berlokasi di Magelang, Jawa Tengah, menjelang perayaan Hari Tri Suci Waisak 2568 BE.
Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis InJourney Destination Management Hetty Herawati mengatakan, sebagai anak usaha PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, pihaknya turut berkomitmen dalam mengembangkan aktivitas spiritual, dengan mengusung konsep harmonisasi dan nilai kebhinekaan bangsa Indonesia.
Untuk itu, TMII menjadi lokasi terselenggaranya pelepasan Bhikku Thudong, Selasa (14/5/2024) karena TMII merepresentasikan harmoni keragaman Indonesia.
"TMII sebagai destinasi budaya, mencerminkan keragaman dan kekayaan Indonesia, serta menjadi pusat diseminasi nilai-nilai kemajemukan,” ujar Hetty, di Jakarta, Selasa (14/5/2024) malam.
Ia menuturkan, prosesi tersebut dihadiri ribuan masyarakat, yang turut mencerminkan keragaman, saling menghargai dan toleransi, sehingga menjadi esensi kebhinekaan Indonesia.
Adapun, pelepasan Bhikkhu Thudong merupakan bagian dari rangkaian acara menyambut perayaan Hari Tri Suci Waisak 2568 BE, di Candi Borobudur, yang diharapkan mendorong pencerahan moral dan spiritual melalui nilai-nilai universal Candi Borobudur.
Baca juga : Safari Ramadan, Jamkrindo Gelar Kegiatan Sosial Di Pekanbaru
Lebih lanjut Hetty menyampaikan, secara seremonial, para Bhikkhu Thudong menerima penyerahan simbolis bendera merah putih, bendera majelis Buddha dan roda Dharma.
Menurutnya, prosesi ini, diiringi doa dari enam agama di area Promenade TMII, mencerminkan harmonisasi nilai-nilai spiritual dan memperkuat rasa persaudaraan, serta kebhinekaan bangsa Indonesia.
Acara diakhiri dengan prosesi Fang Shen atau pelepasan burung merpati sebagai simbol perdamaian abadi, serta larung lentera harapan yang dilakukan di Danau Archipelago.
Di kesempatan yang sama, Direktur Pemasaran dan Program Pariwisata InJourney Maya Watono mengungkapkan, TMII dipilih menjadi titik awal ritual Thudong 40 Bhikkhu karena lokasi ini sarat akan nilai budaya dan lambang kebhinekaan, serta keragaman Indonesia.
"TMII merupakan aset warisan Indonesia di bawah InJourney," katanya.
Saat ini, pihaknya memposisikan Candi Borobudur sebagai spiritual pilgrim tourism yang mengedepankan spirit-spirit dari heritage, culture dan nilai-nilai spiritual.
Baca juga : Darajat Bakti Purnama Gelar Pesta Solidaritas Di Cafe Bajawa Flores
"Sehingga, tidak semata-mata pariwisata atau perayaan. Namun ke depannya, dapat menarik wisatawan khusus, yakni pilgrim spiritual ke Candi Borobudur, tak hanya domestik namun juga mancanegara,” jelas Maya.
Sementara itu, Wakil Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Kartika Wirjoatmodjo mengucapkan, selamat datang kepada 40 Bhikkhu dari berbagai negara ASEAN (The Association of Southeast Asian Nations), seperti Thailand, Malaysia, Singapura dan Indonesia.
"Thudong, merupakan kegiatan spriritual untuk jalan kaki menuju Candi Borobudur, tempat prosesi puncak hari raya Waisak 2568 B," katanya.
Saat ini, Borobudur dikenal sebagai bagian dari 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yang juga menjadi episentrum umat Buddha dalam melakukan ibadahnya.
"Saya yakin, pengelolaan Candi Borobudur dapat menjaga keseimbangan sebagai destinasi pariwisata dan memiliki uniqueness tersendiri, melalui konsep spiritual destination," kata Wamen.
Senada dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno, bahwa Candi Borobudur telah ditata ulang fungsinya menjadi pariwisata di bidang religi.
Baca juga : Dongkrak Trafik Wisatawan, InJourney Kembali Gelar F1Powerboat 2024 di Danau Toba
“Dengan perayaan Waisak, nyatanya dapat mengundang minat wisatawan hingga 300 ribu orang ke Candi Waisak, jumlah ini tentu berpengaruh pada tingkat keterisian penginapan di sekitar Borobudur hingga wilayah Yogyakarta, sehingga dampak ekonominya dapat dirasakan," ungkap Sandi.
Wakil Ketua Panitia Waisak Nasional 2568 B.E, YM Bhante Dhammavuddho mengapresiasi, dukungan dan kelancaran penyelenggaraan prosesi ini.
"TMII memberikan ruang bagi keberagaman untuk tumbuh dan berkembang. Aktivitas seni budaya tradisi, yang terus diangkat akan memperkuat sendi-sendi kebhinekaan, menjadi bara bagi kecintaan pada tanah air dan bangsa," ujar Bhante.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya