Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tribelio, Dongkrak Bisnis Komunitas Lewat Platform Digital
Senin, 11 November 2019 13:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Makin meningkatnya perkembangan teknologi dan informasi mendorong lahirnya berbagai peluang bisnis serta komunitasnya. Tapi belakangan, bisnis komunitas di kebanyakan grup masih terfokus untuk persaingan seputar harga produk.
CEO & Founder Tribelio. com Denny Santoso menuturkan, dalam berbisnis dibutuhkan juga servis serta kepercayaan. Maka penting yang harus dipikirkan dalam bisnis ini tidak hanya produk.
“Karena tak kalah penting adalah cara menciptakan market yang besar dari sebuah komunitas,” papar Denny. Inilah yang dilakukan Tribelio.
Platform ini membantu bisnis untuk sebuah komunitas. Di Tribelio, penggunaanya yang merupakan kepala di sebuah grup bisa memonetisasi komunitas. Dia menjelaskan, pada setiap komunitas di sebuah forum atau grup media sosial, biasanya terdapat pemimpin atau admin.
Tribelio menamakan pemimpin atau komunitas ini dengan sebutan Tribe Chiefs. Chiefs merupakan pimpinan yang memegang kendali di suatu komunitas yang umumnya terdapat di grup media sosial. Chiefs inilah yang nantinya bisa melakukan pendaftaran ke Tribelio.
Baca juga : LKPP Ajak Lembaga Dan Kementerian Manfaatkan Teknologi Digital
Setelah terdaftar di Tribelio, maka ribuan anggota grup yang berada di media sosial tersebut akan diberikan kode untuk diarahkan bergabung ke Tribelio.
“Tidak bisa semua sembarangan download terus gabung. Harus sesuai petunjuk Chiefs. Artinya hanya Chiefs ini yang bisa mengajak ribuan anggota grup di media sosial atau manapun untuk mendapatkan kode, sehingga bisa bergabung di Tribelio,” paparnya.
Di Tribelio, berbisnis akan semakin terfokus dan terarah. Jauh lebih baik dari berjualan di media sosial. Jika di media sosial, banyak sekali penjualan dan admin tidak bisa melakukan kendali.
Sedangkan di Tribelio, admin yang dinamakan Chiefs memiliki kendali penuh untuk memilih produk mana saja yang diutamakan untuk dipromosikan agar penjualan bisa lebih terfokus.
Penting untuk diketahui bahwa anggota yang diundang oleh Chiefs harus mengisi data layaknya registrasi aplikasi android lainnya. Chiefs di sini bisa mengetahui data yang didaftar tersebut.
Baca juga : Bamsoet Ajak Komunitas Moge Terapkan Empat Pilar MPR
“Di Tribelio seorang Chiefs sangat memiliki peran besar. Setiap Chiefs bebas membawa berapa pun jumlah anggota grup atau anggota komunitas yang ingin berbisnis. Chiefs hanya membayar Rp 855 ribu setiap bulan,” paparnya.
Tarif yang dikenakan oleh Tribelio hanya diberikan kepada Chiefs bukan anggota grup. Platform ini terdapat berbagai komunitas. Komunitas yang dominan saat ini adalah komunitas jual-beli.
“Di platform Tribelio ini kita semua seperti keluarga besar. Ada berbagai komunitas lalu yang terpenting di platform ini bisa benar-benar menghasilkan income,” kata Denny.
Tribelio diklaim menjadi jawaban untuk kebutuhan entrepreneur bisnis owner brand owner hingga influen cers dalam mengelola bisnisnya melalui komunitas. “Melalui Tribelio ini diharapkan dapat meningkatkan potensi bisnis serta peningkatan revenue hingga 10 kali,” paparnya.
Dia mengatakan, sudah ada ratusan komunitas yang bergabung. Total 500 Chiefs. Padahal platform Tribelio baru dilaunching 19 September 2019. Sedangkan jumlah pengguna aktif sudah lebih dari 20 ribu orang.
Baca juga : Pegadaian Genjot Sinergitas Dan Digitalisasi
Dia menegaskan lagi platform ini tidak seperti media sosial. Platform ini jauh lebih bermanfaat bagi mereka yang memiliki komunitas untuk berbisnis.
“Kalau fokus di Medsos memang didesain untuk show of pribadi. Di sini berbeda dengan ini yang sangat fokus kepada diskusi bisnis komunitas,” terangnya.
Salah satu pelanggan yakni dr. Arthur Simon mengaku memiliki 3.000 lebih anggota grup di Tribelio. “Para member saya memang percaya akan kredibilitas yang saya bangun. Kepercayaan tidak saya bangun dalam waktu singkat. Saya sebagai leader atau pemimpin harus konsisten memiliki visi di grup,” katanya.
“Sehingga pengikut kita memahami tujuan seorang dokter kecantikan seperti saya yang tidak hanya jualan produk tetapi juga membantu orang menambah pengetahuan serta menghindari hoaks tentang kesehatan,” tukas Arthur. [JAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya