Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Hadir Di World Water Forum Ke-10, Hutama Karya Dukung Pembangunan Infrastruktur Air
Selasa, 21 Mei 2024 16:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Hutama Karya (Persero) berkolaborasi dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan/PP (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (Wika), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), serta PT Nindya Karya (Persero), menampilkan portfolio infrastruktur air masing-masing perusahaan pada side event pameran atau Fair and Expo, pergelaran World Water Forum ke-10.
Acara ini berlangsung mulai 20-25 Mei 2024, di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).
Ajang pertemuan internasional terbesar di sektor air bertema Water for Shared Prosperity, dibuka langsung Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo, di Bali International Convention Centre, Senin (20/5/2024).
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Adjib Al Hakim mengatakan, sejalan dengan tema WWF tahun ini, dalam perjalanannya, perseroan turut berkontribusi dalam membangun infrastruktur air di berbagai wilayah di Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan sumber daya air (SDA) yang melimpah.
Adjib mencontohkan, proyek-proyek strategis perseroan seperti bendungan dibangun untuk mendukung pengelolaan air yang berkelanjutan, serta mewujudkan ketahanan pangan dalam menciptakan kemakmuran bagi masyarakat.
Baca juga : Buku Citarum Harum Diluncurkan Pada World Water Forum Ke-10 di Bali
“Selama satu dekade terakhir, Hutama Karya telah membangun sebanyak 17 bendungan yang 11 di antaranya telah selesai," ujarnya, melalui siaran pers, Selasa (21/5/2024).
Adjib merinci, bendungan yang dimaksud yakni Bendungan Leuwikeris di Jawa Barat, Bendungan Gongseng, Bendungan Semantok dan Bendungan Bendo di Jawa Timur, Bendungan Keureuto di Aceh. Lalu, Bendungan Sindang Heula di Banten, Bendungan Batang Toru di Sumatra Utara, Bendungan Ladongi dan Bendungan Ameroro di Sulawesi Tenggara, Bendungan Bintang Bano dan Bendungan Tanju & Mila di Nusa Tenggara Barat.
Selain itu, masih ada enam bendungan lainnya yang masih dalam tahap pengerjaan, yakni Bendungan Tigadihaji di Sumatra Selatan, Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat, Bendungan Way Apu di Maluku, Bendungan Bulango Ulu di Gorontalo, Bendungan Cijurei di Jawa Barat dan Bendungan Karangnongko di Jawa Tengah.
Selain membangun infrastruktur air, kata Adjib, pihaknya juga turut andil dalam menyediakan fasilitas air sebagai wadah untuk kesejahteraan bersama dalam mengatasi krisis, meningkatkan kesehatan dan menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Pihaknya telah membangun fasilitas smart water di Kecamatan Gunung Sugih-Kabupaten Lampung Tengah, fasilitas sumur bor di Kecamatan Sumpur Kudus-Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat.
Baca juga : Dipuji Presiden WWC, Pelaksanaan World Water Forum Kemenangan Diplomasi RI
Lalu, fasilitas air baku yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan bersama BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Karya di Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Riau. Serta, mendukung konservasi penanaman mangrove di Suaka Margasatwa Muara Angke; dan di Kecamatan Sayung, Kota Demak.
Lebih lanjut Adjib menegaskan, partisipasi dalam gelaran internasional tersebut merupakan komitmen perusahaan dalam meningkatkan infrastruktur air di Indonesia sebagai tulang punggung kehidupan.
“Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, kami siap berkontribusi pada kesuksesan perhelatan World Water Forum ke-10, serta mewujudkan ruang solusi dalam pengelolaan air di tingkat global demi masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Dalam pameran ini, perseroan juga memberikan pengalaman edukatif dan interaktif mengenai infrastruktur air yang sudah maupun sedang dibangun kepada para pengunjung.Yakni, dengan menampilkan sejumlah proyek ikonik berupa foto serta video dengan didukung teknologi Virtual Reality (VR).
Selain dihadiri berbagai pemangku kepentingan dan perwakilan dari 149 negara, ajang ini juga mempertemukan semua tingkatan dan bidang yang tercatat lebih dari 20.000 peserta. Termasuk, organisasi internasional, Pemerintah, akademisi, masyarakat sipil, hingga generasi muda dan sektor swasta.
Baca juga : Dukung World Water Forum, Telkomsel Perkuat Jaringan Di Pulau Dewata
Sebelumnya, Presiden Jokowi dalam sambutannya mengatakan, suatu kehormatan bagi Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Forum Air Sedunia ke-10 untuk meneguhkan komitmen bersama dan merumuskan aksi nyata pengelolaan air yang inklusif dan berkelanjutan.
Jokowi menuturkan, sejalan dengan tema yakni air untuk kemakmuran bersama, yang bisa dimaknai menjadi riga prinsip dasar yaitu menghindari persaingan, mengedepankan pemerataan dan kerja sama inklusif, serta menyokong perdamaian dan kemakmuran di mana ketiganya bisa terwujud dengan sebuah kata kunci, yaitu kolaborasi.
“Tanpa air tidak ada makanan, tidak ada perdamaian dan tidak ada kehidupan karena air adalah sumber kehidupan. Air juga simbol keseimbangan dan keharmonisan, namun jika tidak dikelola dengan baik, bisa menjadi sumber bencana,” tegas Jokowi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya