Dark/Light Mode

Lewat Pendekatan Yurisdiksi, Pemerintah Dorong Sertifikasi ISPO Petani Sawit

Jumat, 21 Juni 2024 17:01 WIB
Lewat Pendekatan Yurisdiksi, Pemerintah Dorong Sertifikasi ISPO Petani Sawit

 Sebelumnya 
Sejalan dengan upaya Pemerintah, Yayasan Kaleka juga menginisiasi pendekatan yuridis sebagai upaya dalam mendorong percepatan sertifikasi ISPO.

Diungkapkan Bernadinus Steni Sugiarto dari Yayasan Kaleka, bila proses sertifikasi dilakukan dengan mengikutkan kurang dari 500 petani, biaya sertifikasi akan terasa mahal karena lebih dari 170 dolar AS atau Rp 2.798.000 per petani.

Baca juga : Fokus Tingkatkan Sistem Manajemen, Pelindo Solusi Logistik Pertahankan Sertifikasi ISO Series

Sementara bila skala proses sertifikasi itu dikembangkan menjadi sebanyak diatas 2.000 petani sawit, maka biaya sertifikasi minyak sawit berkelanjutan bisa ditekan hingga minimal sampai kurang dari 50 dolar AS atau sekitar Rp 823 ribu per petani.

Sebab itu, kata dia, untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, diperlukan pendekatan yang lebih holistik dan terkoordinasi.

Baca juga : Airlangga Temui Medvedev, Manturov Dan Volodin Bahas Penguatan Kerja Sama

"Salah satu solusi yang diusulkan adalah dengan meningkatkan skala sertifikasi untuk mencakup lebih banyak petani dalam satu proses. Dengan memperluas cakupan, biaya per petani dapat dikurangi secara signifikan, sehingga membuatnya lebih terjangkau bagi semua pihak," ujar Bernadinus.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.