Dark/Light Mode

Laba Melesat Sampai 72 Triliun

Pertamina Gunakan AI Untuk Analisis dan Olah Data Lebih Cepat

Selasa, 25 Juni 2024 11:25 WIB
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) saat paparan di hadapan pimpinan media massa nasional, Sabtu (22/6/2024). (Foto: Dok Pertamina)
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) saat paparan di hadapan pimpinan media massa nasional, Sabtu (22/6/2024). (Foto: Dok Pertamina)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kinerja Pertamina luar biasa. Sepanjang tahun 2023, mencatatkan laba total sebesar 4,77 miliar dolar AS atau Rp 72,7 triliun. Naik 17 persen dari tahun lalu.

Kunci utama melesatnya kerja Pertamina adalah digitalisasi dan riset teknologi yang diterapkan perusahaan. Termasuk, penggunaan Artificial Intelligence (AI) untuk mengolah dan analisis data secara lebih cepat.

Performa Pertamina yang cemerlang ini telah mendapat pengakuan dunia. Salah satunya, yang terbaru, Pertamina tercatat sebagai perusahaan terbesar ketiga se-Asia Tenggara versi Fortune 500 South East Asia.

Di hadapan Pemimpin Redaksi Media Massa dalam acara Pemred Gathering Pertamina 2024, mengungkapkan bahwa digitalisasi serta riset teknologi menjadi kunci utama meningkatnya kinerja Pertamina.

Dengan digitalisasi, Pertamina bisa mengelola bisnis dari hulu ke hilir secara terintegrasi.

"Kita sudah mulai menggunakan AI untuk mengolah dan menganalisis data secara lebih cepat, sehingga pengambilan keputusan bisa dilakukan dengan akurat," ujar Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, di hadapan 30-an pemimpin media massa nasional, Sabtu (22/6/2024).

Paparan kinerja Pertamina dilaksanakan di atas kapal yang berlayar dari Pelabuhan Benoa menuju Nusa Lembongan. Hadir dalam kesempatan ini, Komisaris Utama Pertamina yang baru, yaitu Simon Aloysius Mantiri.

Baca juga : Sidak SPPBE Di Riau, Pertamina Pastikan Pengisian LPG Sesuai Standar

Pertamina saat ini menguasai 24 persen sektor hulu, berkontribusi 69 persen produksi minyak dan gas 34 persen. Pengelolaan ribuan sumur dilakukan dengan digitalisasi dan sudah terkoneksi hingga ke hilir.

Menurut Nicke, Pertamina juga terus mengembangkan riset dan teknologi untuk meningkatkan produk bernilai tinggi.

Tahun 2023, Subholding Upstream Pertamina berhasil meningkatkan produksi migas sebesar 8 persen. Selain itu, Pertamina juga terus meningkatkan cadangan migas baru baik dari blok yang eksisting maupun blok migas baru.

“Ini luar biasa, untuk meningkatkan produksi migas, Pertamina melakukan pengeboran sebanyak 800-an sumur baru. Karena itu, 62 persen investasi Pertamina dilakukan di upstream,” papar Nicke.

Sektor pengolahan, Subholding Refining & Petrochemical Pertamina juga menunjukkan kinerja bagus. Kilangnya produktif dengan kapasitas 1.025 juta barel per hari. Dan sepanjang 2023, operasional kilang berlangsung tanpa henti akibat unplanned shutdown.

Ini bukan sesuatu yang tiba-tiba, tapi proses selama lima tahun Pertamina melakukan revamping kilang. Selain itu, juga dilakukan 9 proyek peningkatan produktivitas, efisiensi energi dan menambah kapasitas kilang.

Bagaimana dengan bisnis hilirnya? Menurut Nicke, dengan digitalisasi Subholding Commercial & Trading, Pertamina berhasil mengendalikan kuota BBM dan LPG bersubsidi. Serta meningkatkan penjualan BBM Non Subsidi sebesar 2 persen, yang sebagian besar adalah industri.

Baca juga : Pertamina Tunjukkan Bukti Kerja Luar Biasa

“Ini berarti, produktif mendorong industri tumbuh lebih baik,” kata Nicke.

Di bisnis pengangkutan, Integrated Marine & Logistic Subholding Pertamina telah mengoperasikan 760 kapal. Perusahaan juga terus melakukan ekspansi bisnis Internasional.

Pertamina International Shipping (PIS) telah memiliki 50 rute pelayaran dunia. Tahun 2023, volume yang diangkut mencapai 161 juta KL, naik 3 persen dibanding tahun 2022.

Kinerja pengembangan bisnis oleh Gas Subholding juga menunjukkan hasil cemerlang. Tahun 2023 volume penjualan gas mencapai 337 ribu BBTU, meningkat sebesar 3 persen dari sebelumnya 327 ribu BBTU.

Nicke menambahkan, gas menjadi andalan Pertamina dalam melakukan transisi energi. Sebab, gas adalah perantara dari fuel menuju renewable energy. Karenanya, pembangunan infrastruktur gas akan mempercepat transisi energi di Indonesia.

Melalui Power & NRE Subholding, Pertamina telah meningkatkan produksi energi bersih sebesar 17 persen menjadi 5.452 GWh dari sebelumnya 4.659 GWh.

"Tahun lalu, PNRE berhasil menyelesaikan proyek gas yang diintegrasikan dengan regasifikasi terbesar se-Asia Tenggara yakni PLTGU Jawa 1 sebanyak 2 unit dengan kapasitas masing-masing 880 MW," ucap Nicke.

Baca juga : Dukung Petani Bawang Merah, Syngenta Luncurkan SIMODIS Untuk Kendalikan Ulat Grayak

Selain kinerja positif, Pertamina juga menjalankan proses bisnisnya dari hulu ke hilir dengan lebih ramah lingkungan.

Pertamina berhasil menurunkan karbon emisi sebesar 34 persen, lebih tinggi dari target yang ditetapkan pemerintah sebesar 31,89 persen. Alhasil, rating ESG Pertamina kini menempati peringkat satu dunia dalam sub-industri Integrated Oil and Gas.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen untuk mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.