Dark/Light Mode

RI Sudah Jadi Ekonomi Besar

Erick: Jangan Setengah-Setengah Berinvestasi Di Indonesia

Rabu, 10 Juli 2024 18:39 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir di sela peresmian kolaborasi TikTok Indonesia dan PT Pos Indonesia di Kantor Pos Kota Tua, Jakarta, Rabu (10/7/2024). (Foto: Humas BUMN)
Menteri BUMN Erick Thohir di sela peresmian kolaborasi TikTok Indonesia dan PT Pos Indonesia di Kantor Pos Kota Tua, Jakarta, Rabu (10/7/2024). (Foto: Humas BUMN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri BUMN, Erick Thohir terus mendorong BUMN meningkatkan kolaborasi dengan UMKM, swasta, maupun investor luar negeri secara transparan dan profesional. Khususnya, di sektor ekonomi digital.

Terlebih, potensi ekonomi digital Indonesia pada tahun 2030, dapat mencapai Rp 4.500 triliun. Selain itu, Indonesia juga diproyeksikan masuk dalam 15 negara dengan ekonomi terbesar dunia pada 2029 dan lima besar dunia pada 2045.

Hal itu disampaikan Erick, saat meresmikan kolaborasi TikTok Indonesia dan PT Pos Indonesia dalam menghadirkan TikTok | Pos Aja! Creator House di Kantor Pos Kota Tua, Jakarta, Rabu (10/7/2024).

Baca juga : BI Kerek Pertumbuhan Ekonomi Syariah Di Kawasan Timur Indonesia

"Saya ingin memastikan, pertumbuhan ekonomi harus berdampak terhadap pemerataan," kata Erick.

"Saya juga mengetuk private sector atau foreign investment yang percaya market Indonesia. Jangan setengah-setengah berinvestasi di Indonesia. Apalagi, membandingkan Indonesia dengan Thailand, Malaysia, Singapura, itu salah besar," lanjutnya.

Menurutnya, kerja sama yang saling menguntungkan harus menjadi poin utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dia tak ingin, Indonesia hanya dipandang sebagai pasar bagi investor maupun negara lain.

Baca juga : Sambut Grand Syekh Al Azhar, Menag: Kunjungan Penuh Makna bagi Indonesia

"Kita ini sudah menjadi ekonomi terbesar, Saya meminta swasta atau investasi asing, agar kalau misalnya berinvestasi di Thailand satu, ya di Indonesia mesti tiga. Indonesia jangan hanya dijadikan market saja, lalu investasi dibawa ke luar negeri, lalu diinvestasikan di negara lain. Kalau itu yang terjadi, lebih baik jangan," bebernya.

BUMN, kata Erick, harus memastikan adanya kolaborasi yang saling menguntungkan. Hal ini juga merupakan bentuk komitmen dalam menjaga keseimbangan ekonomi di Indonesia.

"Kita tidak anti investasi, tapi kita mau komitmen investasi yang sehat untuk Indonesia. Sehingga, kita bisa memastikan pembukaan lapangan pekerjaan bisa terjamin, dan tumbuhnya pengusaha-pengusaha UMKM yang baru," tutur Erick.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.