Dark/Light Mode

Perkuat Hubungan Kerja Sama

Menperin Rayu Pengusaha Turki Investasi Di Indonesia

Senin, 10 Juni 2024 07:05 WIB
Perkuat Hubungan Kerja Sama Menperin Rayu Pengusaha Turki Investasi Di Indonesia

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia melakukan hubungan kerja sama dengan Turki di sektor industri manufaktur. Agar kolaborasi kedua negara makin kuat, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan kunjungan kerja ke Istanbul dan Ankara, Turki, pada 4-5 Juni 2024.

Selama kunjungan tersebut, Menperin bertemu dengan Men­teri Perindustrian dan Teknologi Turki, Mehmet Fatih Kacir dan berapa pimpinan perusahaan industri.

“Indonesia dan Turki memiliki hubungan yang sangat baik karena keduanya merupakan negara dengan penduduk mayoritas Muslim, merepresentasikan dunia Islam dan merupakan ekonomi terbesar di wilayahnya masing-masing,” ujar Agus dalam keterangan resmi Kementerian Perindustrian (Ke­menperin), Sabtu (8/6/2024).

Dalam pertemuan itu, Agus mengatakan, Indonesia dan Turki memiliki sektor industri manufaktur yang berkembang pesat dan menawarkan banyak potensi untuk kerja sama.

Baca juga : Erick Thohir Kerek Target Dividen BUMN Ke Negara

“Kami harap melalui kolabo­rasi ini, industri manufaktur di kedua negara dapat tumbuh lebih kuat,” harap Agus.

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri berpandangan bahwa masih banyak ruang dan peluang terbuka bagi kedua negara untuk bekerja sama yang saling menguntungkan.

Indonesia dan Turki juga perlu mengidentifikasi sektor-sektor prioritas yang dapat memiliki nilai tambah dan bermanfaat bagi kedua negara.

Beberapa sektor prioritas yang potensial untuk dikembangkan ber­sama meliputi industri pertahanan, industri baterai untuk kendaraan listrik, industri halal, serta kerja sama antarkawasan industri.

Baca juga : Parkir Liar Bertahun-tahun Nggak Tersentuh Aparatur

Turki juga menyampaikan kesediaannya untuk memberikan bantuan dalam pengembangan industri pertahanan Indonesia.

Kemudian, dalam kerja sama industri baterai berbahan baku nikel untuk kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV), Agus mengundang produsen EV Turki untuk bermitra dan berinvestasi di Indonesia.

Agus juga menawarkan berba­gai insentif yang dapat diberikan Pemerintah Indonesia untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik di dalam negeri.

“Indonesia sebagai salah satu produsen nikel terbesar di dunia, memiliki PT Industri Baterai In­donesia/Indonesia Battery Corpo­ration yang mendukung investasi di sektor EV,” ungkap Agus.

Baca juga : Tim Matador Trengginas

Sebagai dua negara yang mayoritas penduduknya umat Muslim, kerja sama di bidang industri halal juga berpeluang besar dikembangkan.

Turki memiliki kapabilitas industri makanan dan minuman yang cukup baik, dan dapat men­jadi production hub bagi produk-produk halal ke seluruh dunia.

“Indonesia akan mendukung Turki untuk meningkatkan in­vestasi di bidang industri halal,” jelas Agus.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.