Dark/Light Mode

Dolar Dan Harga Minyak Dunia Naik

Ini 4 Jurus Pertamina Agar BBM Subsidi Tepat Sasaran

Selasa, 16 Juli 2024 07:05 WIB
PT Pertamina Patra Niaga menyatakan pendataan QR Code pengguna Pertalite sudah mencapai 100 persen di tiga provinsi yakni Aceh, Bengkulu, dan Bangka Belitung. (Foto: PERTAMINA)
PT Pertamina Patra Niaga menyatakan pendataan QR Code pengguna Pertalite sudah mencapai 100 persen di tiga provinsi yakni Aceh, Bengkulu, dan Bangka Belitung. (Foto: PERTAMINA)

 Sebelumnya 
Dengan alert system, data transaksi tidak wajar, seperti pengi­sian di atas 200 liter solar untuk satu kendaraan bermotor atau pengisian BBM Public Service Ob­ligation (PSO) kepada kendaraan yang tidak mendaftarkan nomor polisi (nopol), akan termonitor langsung oleh Pertamina.

“Sejak implementasi excep­tion signal ini pada1 Agustus 2022 hingga triwulan I-2024, Pertamina telah berhasil mengurangi risiko penyalahgunaan BBM bersubsidi senilai 281 juta dolar Amerika Serikat (AS), atau sekitar Rp 4,4 triliun,” ungkapnya.

Langkah kedua, sambung Fadjar, Pertamina melakukan penguatan sarana dan fasilitas digitalisasi di SPBU. Pertamina berkomitmen melakukan digitalisasi di seluruh SPBU Pertamina, yang jumlahnya mencapai lebih dari 8 ribu SPBU. Termasuk yang berada di daerah Tertinggal, Ter­depan, dan Terluar (3T).

Hasilnya, hingga saat ini 82 persen SPBU telah terkoneksi secara nasional.

Baca juga : Kalau Industrinya Kuat, Penerimaan Pajak Naik

“Makin banyak SPBU yang terkoneksi dengan sistem digitalisasi Pertamina, akan memudahkan monitoring dan pengawasan atas penyaluran BBM bersubsidi,” tuturnya.

Langkah ketiga, dengan me­ningkatkan kerja sama dengan aparat penegak hukum. Lang­kah keempat, Pertamina juga mendorong masyarakat ikut Program Subsidi Tepat secara daring (dalam jaringan).

“Hal ini untuk mengidentifi­kasi konsumen yang berhak dan memonitor konsumsi atas Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar dan jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro mengu­sulkan Pemerintah menaik­kan harga BBM subsidi secara berkala agar subsidi BBM lebih tepat sasaran. Sebab, penambahan kuota Pertalite tidak hanya membuat belanja subsidi energi membengkak.

Baca juga : Uji Emisi Kendaraan Kembali Digaspol Nih

“Tapi juga kompensasi yang harus dibayarkan Pemerintah kepada Pertamina atas BBM subsidi tersebut,” kata Komaidi kepada Rakyat Merdeka, Senin (15/7/2024).

Senada, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengapresiasi upaya Pertamina menggunakan aplikasi digital, MyPertamina, yang menjadi jalan untuk menyeleksi siapa saja yang berhak menerima BBM subsidi.

“Implementasi penggunaan aplikasi tersebut harus disiap­kan dan dieksekusi dengan baik,” ucap Josua kepada Rakyat Merdeka, Senin (15/7/2024).

Karena, tambah Josua, aplika­si dapat secara tepat mengatur jumlah konsumsi bagi masing-masing konsumen.

Baca juga : Raih Gelar Euro 2024, Tim Matador Dihiasi Rekor

“Tidak seperti sistem kuota, yang cenderung membuat ma­syarakat mampu yang dapat membeli Pertalite lebih banyak, karena mereka punya daya beli lebih besar,” katanya. DWI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Selasa, 16 Juli 2024 dengan judul "Dolar Dan Harga Minyak Dunia Naik, Ini 4 Jurus Pertamina Agar BBM Subsidi Tepat Sasaran"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.