Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dolar Dan Harga Minyak Dunia Naik
Ini 4 Jurus Pertamina Agar BBM Subsidi Tepat Sasaran
Selasa, 16 Juli 2024 07:05 WIB
Sebelumnya
Dengan alert system, data transaksi tidak wajar, seperti pengisian di atas 200 liter solar untuk satu kendaraan bermotor atau pengisian BBM Public Service Obligation (PSO) kepada kendaraan yang tidak mendaftarkan nomor polisi (nopol), akan termonitor langsung oleh Pertamina.
“Sejak implementasi exception signal ini pada1 Agustus 2022 hingga triwulan I-2024, Pertamina telah berhasil mengurangi risiko penyalahgunaan BBM bersubsidi senilai 281 juta dolar Amerika Serikat (AS), atau sekitar Rp 4,4 triliun,” ungkapnya.
Langkah kedua, sambung Fadjar, Pertamina melakukan penguatan sarana dan fasilitas digitalisasi di SPBU. Pertamina berkomitmen melakukan digitalisasi di seluruh SPBU Pertamina, yang jumlahnya mencapai lebih dari 8 ribu SPBU. Termasuk yang berada di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Hasilnya, hingga saat ini 82 persen SPBU telah terkoneksi secara nasional.
Baca juga : Kalau Industrinya Kuat, Penerimaan Pajak Naik
“Makin banyak SPBU yang terkoneksi dengan sistem digitalisasi Pertamina, akan memudahkan monitoring dan pengawasan atas penyaluran BBM bersubsidi,” tuturnya.
Langkah ketiga, dengan meningkatkan kerja sama dengan aparat penegak hukum. Langkah keempat, Pertamina juga mendorong masyarakat ikut Program Subsidi Tepat secara daring (dalam jaringan).
“Hal ini untuk mengidentifikasi konsumen yang berhak dan memonitor konsumsi atas Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar dan jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite,” ujarnya.
Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro mengusulkan Pemerintah menaikkan harga BBM subsidi secara berkala agar subsidi BBM lebih tepat sasaran. Sebab, penambahan kuota Pertalite tidak hanya membuat belanja subsidi energi membengkak.
Baca juga : Uji Emisi Kendaraan Kembali Digaspol Nih
“Tapi juga kompensasi yang harus dibayarkan Pemerintah kepada Pertamina atas BBM subsidi tersebut,” kata Komaidi kepada Rakyat Merdeka, Senin (15/7/2024).
Senada, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengapresiasi upaya Pertamina menggunakan aplikasi digital, MyPertamina, yang menjadi jalan untuk menyeleksi siapa saja yang berhak menerima BBM subsidi.
“Implementasi penggunaan aplikasi tersebut harus disiapkan dan dieksekusi dengan baik,” ucap Josua kepada Rakyat Merdeka, Senin (15/7/2024).
Karena, tambah Josua, aplikasi dapat secara tepat mengatur jumlah konsumsi bagi masing-masing konsumen.
Baca juga : Raih Gelar Euro 2024, Tim Matador Dihiasi Rekor
“Tidak seperti sistem kuota, yang cenderung membuat masyarakat mampu yang dapat membeli Pertalite lebih banyak, karena mereka punya daya beli lebih besar,” katanya. DWI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Selasa, 16 Juli 2024 dengan judul "Dolar Dan Harga Minyak Dunia Naik, Ini 4 Jurus Pertamina Agar BBM Subsidi Tepat Sasaran"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya