Dark/Light Mode

Menteri Teten Sambut Upaya Swasta Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor

Senin, 22 Juli 2024 16:51 WIB
Peluncuran Program Tahap Lanjutan Teknologi Peningkatan Ekspor UMKM Indonesia pada Pesta Rakyat UMKM untuk Indonesia di Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Senin (22/7/2024). (Foto: Dok. Kemenkop UKM)
Peluncuran Program Tahap Lanjutan Teknologi Peningkatan Ekspor UMKM Indonesia pada Pesta Rakyat UMKM untuk Indonesia di Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Senin (22/7/2024). (Foto: Dok. Kemenkop UKM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) mendukung upaya Kamar Dagang Dan Industri (Kadin) Indonesia dan PT HM Sampoerna Tbk, yang mendorong pelaku UMKM menembus pasar ekspor melalui gelaran Pesta Rakyat UMKM Untuk Indonesia.

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan, pembinaan dan pemberdayaan yang dilakukan oleh ketiga asosiasi tersebut terbukti efektif dalam upaya mendorong UMKM naik kelas.

“Kami berharap, program pembinaan dapat dilakukan oleh lebih banyak pihak sehingga peluang UMKM untuk tumbuh dan berkembang semakin besar,” ujarnya dalam Peluncuran Program Tahap Lanjutan Teknologi Peningkatan Ekspor UMKM Indonesia pada Pesta Rakyat UMKM untuk Indonesia di Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Senin (22/7/2024).

Diketahui, dalam gelaran pesta rakyat tersebut, Kadin Indonesia bersama HM Sampoerna dan Japan External Trade Organization (JETRO) mendorong pelaku UMKM menembus pasar ekspor dengan berfokus pada pemanfaatan teknologi  Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI).

"Saya kira kita perlu bersama-sama untuk terus mendorong ekspor UMKM meski hal itu tidak mudah. Kita tahu UMKM itu produknya kecil sehingga perlu diagregasi melalui program kemitraan dengan pelaku usaha besar supaya bisa masuk ke pasar global," ujar Teten.

Ia menuturkan, salah satu cara yang paling efektif bagi UMKM untuk mampu merambah pasar global adalah melalui program kemitraan dengan pelaku usaha besar.

Baca juga : Alexander Marwata Dorong Pejabat Internal Daftar Capim KPK

UMKM harus mampu masuk menjadi bagian (rantai pasok) dari korporasi agar pasar ekspor tetap terjaga.

“Dengan bermitra dengan pelaku usaha besar, UMKM dituntut untuk mampu menjaga kualitas dan kuantitas produk,” ungkap Teten.

Program kemitraan yang sudah dilakukan HM Sampoerna Tbk melalui SRC juga menjadi ajang strategis bagi pelaku UMKM, untuk dapat terus meningkatkan SDM dan inovasi produk agar tetap bisa diterima oleh pasar.

"Saya tahu persis untuk ekspor perlu standardisiasi dan kualitas produk terjaga. Nah sebagian besar UMKM ada masalah itu sehingga perlu ada pendampingan. Jadi saya mau melihat kerja sama antara UMKM dengan pelaju usaha besar untuk masuk pasar global," ucap Teten.

Sementara itu, Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi inisiatif Sampoerna melalui program SRC dan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) yang telah melibatkan 320 ribu UMKM yang terdiri dari 250 ribu peserta SRC dan 70 ribu peserta SETC.

Airlangga menegaskan, inisiatif HM Sampoerna tersebut diyakini akan mampu mendongkrak konstribusi UMKM terhadap perekonomian nasional.

Baca juga : Meroket Lagi, Harga Emas Kini Tembus Rp 1.395.000 Per Gram

Dalam catatannya program SRC dan SETC yang dilakukan HM Sampoerna Tbk berkontribusi hingga 11,4 persen dari PDB sektor ritel nasional.

“Ke depan, saya minta program ini bisa dikerjasamakan dengan Kartu Prakerja yang digagas Pemerintah. Saya juga minta agar program SETC yang selama ini diikuti 70 ribu UMKM dapat ditingkatkan menjadi ratusan ribu agar lebih banyak lagi," kata Airlangga.

Presiden Direktur HM Sampoerna Ivan Cahyadi turut mengapresiasi dukungan dari pemerintah sehingga pengembangan UMKM melalui program SRC dan SETC dapat terus berkembang.

Sampoerna berkomitmen untuk terus meningkatkan perannya dalam mendorong pertumbuhan UMKM dan perekonomian nasional.

"Kami percaya kolaborasi dan sinergi menjadi kunci utama dalam pengembangan UMKM secara lebih cepat dan terarah. Kami bangga bisa berkolaborasi dengan pemerintah, juga Kadin Indonesia untuk bersama-sama mendorong kemajuan UMKM nasional," ucapnya.

Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid menuturkan, UMKM sebagai tukang punggung perekonomian nasional perlu diupayakan agar terus berkembang. Sebab disadari bahwa sekitar 65 juta UMKM mampu menyerap 97 persen tenaga kerja dan berkontribusi terhadap PDB nasional sekitar 60,51 persen.

Baca juga : Permudah Izin Usaha, UU Ciptaker Dorong Pelaku UMKM Naik Kelas

"Kita belum boleh berpuas diri karena baru 15 persen UMKM yang bisa ekspor. Angka ini jauh dibandingkan dengan nilai tetangga kita Malaysia yang sudah mencapai 17,3 persen dan Thailand lebih dari 23 persen," ujar Arsjad.

Dia berharap, melalui sinergi program Pesta rakyat yang digagasnya bersama PT HM Sampoerna Tbk. ini mampu mendorong lebih banyak UMKK bisa melakukan ekspor ke pasar global terutama ke Jepang.

Terlebih belum lama ini Indonesia dengan JETRO telah bersepakat untuk meningkatkan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Jepang.

“Kolaborasi antara Pemerintah, swasta, dan dunia usaha ini sangat diperlukan untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045. Ini potensi yang harus kita rayakan, kami ingin UMKM benar-benar menjadi pejuang untuk perekonomian Indonesia," pungkas Arsjad.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.