Dark/Light Mode

Launching Media Center Dan Forum Pendamping Desa Ekonomi Kreatif Sardonoharjo

Berdayakan Pedesaan, Sinkronkan Kebijakan

Minggu, 28 Juli 2024 10:30 WIB
Para tokoh masyarakat dan pendamping desa tumplek blek di Sardonoharjo, Yogyakarta. (Foto: Ist)
Para tokoh masyarakat dan pendamping desa tumplek blek di Sardonoharjo, Yogyakarta. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Membangun Indonesia dari desa berbasis ekonomi kreatif adalah wujud nyata implementasi nilai-nilai Pancasila. Agar manfaatnya dirasakan warga, perlu pemberdayaan dan sinkronisasi kebijakan dari stakeholders pedesaan. Pandangan tersebut mengemuka saat launching "Media Center dan Forum Pendamping Desa Ekonomi Kreatif" di Sardonoharjo, Sleman-Yogyakarta, Sabtu (27/7).

Acara tersebut mengundang Hashim Djojohadikusumo, Guru Besar Ekonomi UGM Gunawan Sumodiningrat, Direktur Sosialisasi dan Komunikasi BPIP Agus Moh. Najib, Pendiri Universitas AMIKOM M. Suyanto, Founder PT IBIMA Made Dana Tangkas, Ketua Yayasan GSI Iskandar Zulkarnain, Founder PT Appsku Aplikasi Indonesia Denny Aries, dan Lurah Sardonoharjo Harjuno Wiwoho. 

"Media center dan forum ini berkonsentrasi pada peningkatan ekonomi masyarakat pedesaan. Fokus pada sistem pelayanan pemerintahan desa, pengembangan ekonomi kreatif melalui UMKM dan marketplace, serta program percontohan, pelatihan, dan pendampingan," buka Gunawan, di hadapan 200 peserta diklat dari pendamping desa. 

Baca juga : Indonesia Dan Korsel Perkuat Kerja Sama Sektor Industri, Perdagangan, Dan Energi

Eks pejabat Bappenas itu mengingatkan, UU Nomor 3 Tahun 2024 mengamanatkan keberadaan Desa wajib tetap diakui dan diberikan jaminan keberlangsungan hidupnya. "Lembaga Sardonoharjo ini bisa menjadi mitra pemerintah, mengurangi jalur birokrasi, dan meyakinkan warga agar membangun bangsa dimulai dari desa," terang Gunawan. 

Sementara itu, Agus Moh. Najib menilai Media Center dan Forum Sardonoharjo adalah upaya konkret mewujudkan salah satu cita-cita The Founding Fathers. Yakni memajukan kesejahteraan umum, sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. 

"Pemberdayaan ekonomi kreatif melalui masyarakat desa akan memperkuat fondasi ekonomi nasional. Khususnya untuk mengantisipasi krisis ekonomi dunia," kata Najib. 

Baca juga : Gandeng Kantor Dagang Dan Ekonomi, BRI Perkuat Kerja Sama Layanan Penyetoran PNBP Di Taipei

Guru Besar UIN Sunan Kalijaga ini yakin, jika project Sardonoharjo jadi role model banyak daerah lain, maka kemajuan dan pemerataan ekonomi nasional bukan lagi mimpi. "Ini PR kita bersama. Mari kita coba lagi, wujudkan di pemerintahan baru nanti," tukas Najib. 

Adapun M. Suyanto menegaskan vitalnya pembangunan SDM desa. Orang tua diberdayakan untuk bisa bekerja, berpendapatan, dan menghidupi keluarga. Anaknya diberikan beasiswa agar bisa tamat sekolah. "Kata kunci membangun desa adalah satu keluarga, satu anggota keluarga terdidik. Satu keluarga, satu sarjana," ucap produser film animasi Ajisaka itu. 

Senada, Made Dana Tangkas menilai masyarakat perlu ditanamkan jiwa entrepreneurship. Wirausaha berjiwa industri dapat mempercepat peningkatan produktivitas masyarakat desa yang peka, jujur, bertanggung jawab, dan visioner. "Pembangunan terpadu antara pangan, industri dan jasa perdagangan, menjadi dasar pembangunan desa yang mandiri berkelanjutan," tegas Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI) itu. 

Baca juga : Askrindo Berdayakan UMKM Dan Petani Kopi Arabika Kintamani

Lain halnya Iskandar Zulkarnain. Bankir syariah itu memberikan saran pentingnya pengelolaan keuangan warga desa. Dari hal paling sederhana, hingga profesional memakai literasi digital finansial. "Unsur syariah, kebersamaan, dan keterbukaan dalam pengelolaan keuangan menjadi dasar pengembangan usaha dan perekonomian desa," tegas Iskandar. 

Sedangkan Denny Aries memberikan workshop penggunaan aplikasi keuangan digital. Agar memudahkan pembinaan, pemberdayaan dan pendampingan warga desa menjadi cepat maju. Aplikasi keuangan mencakup pelayanan publik, jual beli produk marketplace dan kemudahan memantau efektifitas pendampingan wirausaha. "Aplikasi keuangan tersebut memacu warga desa lebih tertib dan profesional," tukas Denny. 

Sebagai penutup, Lurah Sardonoharjo berharap semua pihak bisa membantu eksistensi lembaga yang baru berdiri pada 5 Juli lalu itu. "Bersamaan dengan hari Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Sebagai nafas semangat kita sesuai UUD 1945," tandas Harjuno Wiwoho. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.