Dark/Light Mode

International Battery Summit 2024 Dukung Hilirisasi dan Produksi Baterai EV

Kamis, 1 Agustus 2024 13:27 WIB
International Battery Summit (IBS) 2024, di Hotel Mulia, Jakarta. (Foto: Istimewa)
International Battery Summit (IBS) 2024, di Hotel Mulia, Jakarta. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menegaskan komitmennya terhadap kebijakan hilirisasi mineral di dalam negeri. Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dan memperkuat industri baterai dalam negeri.

Demikian disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dalam acara International Battery Summit (IBS) 2024, di Hotel Mulia, Jakarta. Acara IBS 2024 digelar dua hari, 29-30 Juli 2024.

Moeldoko mengatakan, percepatan program penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (battery electric vehicle) telah diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2022. Inpres ini mewajibkan seluruh instansi Pemerintah Pusat, Daerah, serta BUMN untuk menggunakan kendaraan listrik.

Kebijakan ini juga didukung Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2023 mengenai percepatan program kendaraan bermotor listrik (KBL) berbasis baterai untuk transportasi jalan. Termasuk salah satunya pemberian insentif fiskal dan insentif non-fiskal dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Baca juga : Kepala Desa Rante Balla Dukung Percepatan Produksi MDA

"Pemerintahan baru pasti akan melanjutkan hilirisasi ini. Presiden terpilih sebelumnya telah menegaskan bahwa program hilirisasi yang dicanangkan Presiden Jokowi sudah tepat dan harus diteruskan. Komitmen ini bahkan tercantum dalam visi dan misinya," ucap Moeldoko, seperti keterangan yang diterima redaksi, Kamis (1/8/2024).

Menurut Moeldoko, hilirisasi akan terus dilanjutkan di masa depan untuk perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Kata dia, Indonesia mempunyai modal besar untuk menjadi pemain global dalam industri nikel dan bahan baku kendaraan listrik, sehingga hilirisasi industri menjadi kunci dalam ekosistem ini. “Kami optimis kebijakan hilirisasi ini dapat berjalan sesuai yang diharapkan,” ungkapnya. 

Dia juga mendukung PT Ceria Nugraha Indotama (Ceria) sebagai perusahaan pertambangan nikel Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) milik anak bangsa untuk menjadi produsen bahan baterai EV dalam mendukung hilirisasi mineral di Indonesia. “Semoga Ceria dan perusahaan-perusahaan lainnya dalam ekosistem ini menjadi lebih besar dan dapat bersaing di tingkat global,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Corporate Secretary PT Ceria Nugraha Indotama Imelda Kiagoes menyatakan, partisipasi Ceria dalam IBS 2024 semakin memperkuat posisi dalam rantai pasokan global baterai EV. “IBS 2024 menegaskan posisi Ceria sebagai yang terdepan dalam mendukung rencana pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah produk nikel dalam negeri dan membangun ekosistem baterai kendaraan listrik ramah lingkungan melalui hilirisasi industri,” imbuhnya. 

Baca juga : Kompetisi Internasional JISC 2024 Segera Hadir di Ancol Taman Impian

Imelda menjelaskan, Ceria selalu mengedepankan penggunaan energi terbarukan dan konsisten menjalankan Good Mining Practice dalam setiap operasinya. Ceria menerapkan praktik pertambangan yang mengacu pada standar internasional Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA) 50 dengan fokus pada lingkungan, sosial, dan keberlanjutan.

“Kami juga menggunakan teknologi pemrosesan dan pemurnian terbaru, seperti tungku persegi panjang (rectangular furnace) pada smelter Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) yang memiliki konsumsi energi rendah dan umur operasional lebih panjang dibandingkan tungku melingkar (circular furnace),” tambah Imelda.

Founder National Battery Research Institute (NBRI) Prof Evvy Kartini menyatakan, partisipasi Ceria di IBS 2024 dapat menjadi teladan bagi pelaku industri lain. Dia mendukung Ceria untuk menjadi pemain kunci dalam hilirisasi mineral di Indonesia.

“Saya pikir kita harus mendorong Ceria untuk menjadi perusahaan besar di industri nikel yang benar-benar mampu menghasilkan produk akhir. Ceria sedang membangun industri yang dimulai dari RKEF untuk feronikel dan memiliki roadmap hingga ke industri baterai,” tuturnya.

Baca juga : International Battery Summit 2024 Siap Wujudkan Ekosistem Baterai Dalam Negeri

Tema dari International Battery Summit 2024 ini adalah "The Future Battery Technology from Upstream to Downstream for Accelerating Clean Energy Transition". IBS 2024 menghadirkan lebih dari 50 pembicara terkemuka dan dihadiri lebih dari 300 peserta dari 20 negara. Konferensi ini membahas kondisi terkini industri baterai dan kendaraan listrik global yang melibatkan perumus kebijakan, badan regulasi kementerian, lembaga standardisasi, pelaku industri, dan lain-lain. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.