Dark/Light Mode

Gandeng Cisco, Telkom Kembangkan Platform Digital Terbesar

Selasa, 26 November 2019 00:24 WIB
Komut Telkom Rhenald Kasali (tengah) bersama Dirut Telkom Ririek Adriansyah (kedua kanan) Direktur Digital Business Telkom Faizal R. Djoemadi (kanan) Managing Director Service Provider Cisco ASEAN Dharmesh Malhotra (kedua kiri) dan Director Operation Service Provider Cisco Systems Indonesia Meygin Agustina (kiri) menyaksikan MoU  Non Disclosure Agreement pengembangan bisnis cloud antara Telkom dan Cisco di Jakarta, Senin (25/11).
Komut Telkom Rhenald Kasali (tengah) bersama Dirut Telkom Ririek Adriansyah (kedua kanan) Direktur Digital Business Telkom Faizal R. Djoemadi (kanan) Managing Director Service Provider Cisco ASEAN Dharmesh Malhotra (kedua kiri) dan Director Operation Service Provider Cisco Systems Indonesia Meygin Agustina (kiri) menyaksikan MoU Non Disclosure Agreement pengembangan bisnis cloud antara Telkom dan Cisco di Jakarta, Senin (25/11).

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam rangka meningkatkan kapabilitas digita, Telkom melakukan kerja sama dengan PT Cisco Systems Indonesia, perusahaan teknologi global Cisco System Inc, di San Jose, California. 

Kerja sama ini untuk pengembangan bisnis cloud, yang ditandai dengan penandatanganan Non Disclosure Agreement antara Senior Vice President Media dan Digital Business Telkom, Joddy Hernady dan Director Operation-Service Provider Cisco Indonesia, Meygin Agustina.

Baca juga : Genjot Pembangunan Jargas Atasi Defisit Neraca Perdagangan

Kerja sama ini juga disaksikan oleh Komisaris Utama Telkom Rhenald Kasali, Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah dan Direktur Digital Business Telkom, Faizal R. Djoemadi di kantor Telkom Landmark Tower, Jakarta Senin (25/11).
 
Direktur Digital Business Telkom, Faizal R Djoemadi mengatakan, kerja sama ini merupakan salah satu langkah Telkom untuk meningkatkan kapabilitas digital, demi mengembangkan rencana pembangunan National Digital Platform. 

“Saat ini, kami tengah bertransformasi menjadi digital telco yang tentunya mengharuskan Telkom untuk memiliki kapabilitas digital yang mumpuni. Salah satunya, diperoleh melalui skema partnership dengan mitra yang capable di bidangnya. Penjajakan kolaborasi bisnis dengan Cisco ini menjadi langkahnya untuk mengembangkan platform digital dengan kapasitas besar, yakni National Digital Platform, “ ujarnya.
 
Lebih lanjut, Faizal menjelaskan, rencana kerja sama ini mencakup penyediaan platform dan riset pengembangan cloud service. Cisco sebagai technology provider sudah memiliki multi cloud solution yang memungkinkan pelanggan untuk memperoleh teknologi private maupun public cloud yang lebih fleksibel.
 
Director Operation-Service Provider Cisco Indonesia, Meygin Agustina mengatakan, bahwa kemitraan ini berperan penting bagi kedua perusahaan, khususnya dalam industri data center dan cloud di Indonesia. 

Baca juga : Gandeng Jerman, Inaplas Tekan Emisi dan Digitalisasi Industri Petrokimia

“Kerja sama akan memberikan keuntungan, baik dari sisi ekonomi dan keamanan bagi industro nasional, yang didukung dengan infrastruktur yang mumpuni dan sistem keamanan terpercaya,” ungkap Meygin.
 
Di sisi lain, layanan cloud pun juga akan mengubah lanskap industri information dan communication technology (ICT), yang memungkinkan perusahaan untuk menjalankan bisnisnya dengan lebih efektif dan efisien. 

Perusahaan dapat fokus mengejar keuntungan bisnis dan mengembangkan peluang bisnis baru, tanpa harus membangun dan mengelola data center sendiri.
 
“Dengan terwujudnya National Digital Platform, semua pelaku industri bisa memanfaatkannya untuk mendeliver layanan secara digital maupun melakukan efisiensi produksi dengan teknologi digital. Hal ini menjadi komitmen Telkom untuk mendukung percepatan pembangunan masyarakat digital Indonesia,” tutup Faizal. [FIK]
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.