Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Semester I Raup Laba Rp 10,7 Triliun
Akselerasi Kinerja Katrol Pertumbuhan Bisnis BNI
Sabtu, 24 Agustus 2024 07:05 WIB
Sebelumnya
Segmen konsumer tumbuh 15,1 persen menjadi Rp 132,7 triliun, yang dikontribusikan dari pertumbuhan personal loan dan Kredit Pemilikan Rumah atau KPR (mortgage).
“Pertumbuhan kredit yang tinggi dilakukan di tengah relaksasi GWM yang diberikan BI,” jelas Novita.
Novita kemudian merinci total DPK pada semester I-2024 yang tercatat tumbuh 1 persen, didukung oleh pertumbuhan tabungan sebesar 4,3 persen dan giro 1,1 persen. Sementara deposito terkoreksi 2,6 persen.
Hal ini mendorong rasio CASA (Current Account Saving Account) terhadap DPK naik menjadi 70,7 persen dibandingkan setahun sebelumnya sebesar 69,6 persen. Upaya tersebut menghasilkan efisiensi CoF. “Sehingga CoF di kuartal II tahun 2024 menjadi 2,72 persen, membaik 7 bps (basis poin) dibandingkan kuartal sebelumnya,” tuturnya.
Ekspansi bisnis yang terakselerasi dan efisiensi dari sisi CoF menghasilkan pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) yang meningkat 3,1 persen dari kuartal sebelumnya. Kinerja top line juga didukung oleh pertumbuhan Fee Based Income (FBI) yang baik mencapai 11,9 persen, didorong oleh pertumbuhan fee dari banking activities dan transaksi digital.
Baca juga : Iklim Politik Kudu Kondusif, Jangan Bikin Investor Kabur
Novita menegaskan, sebagai dampak dari akselerasi kredit di segmen berisiko rendah, kualitas aset terus membaik yang terlihat dari penurunan rasio Non Performing Loan (NPL) dan rasio Loan at Risk (LaR).
“Rasio NPL per Juni 2024 tercatat berada di level 2 persen, membaik jika dibandingkan Juni tahun lalu yang sebesar 2,5 persen,” sebutnya.
Sementara LaR yang mencakup NPL, kredit pada kolektibilitas 2, dan kredit kolektibilitas lancar yang sedang direstrukturisasi tercatat sebesar 12,3 persen, membaik dibandingkan Juni tahun lalu sebesar 16,1 persen.
Meskipun indikator kualitas aset menunjukkan perbaikan yang kuat, imbuh Novita, emiten bersandi saham BBNI ini terus mengimbanginya dengan penyediaan pencadangan pada level yang cukup.
“Hal ini untuk mengantisipasi risiko ketidakpastian di masa mendatang,” kata Novita.
Baca juga : Ngeri, Jakarta Diamuk Si Jago Merah 490 Kali
Rasio pembentukan beban CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai) terhadap total kredit atau credit cost hingga semester I-2024 sebesar 1 persen, menurun 40 bps dibandingkan credit cost yang dibentuk pada semester I tahun lalu sebesar 1,4 persen.
CKPN yang dibentuk sangat memadai untuk meng-cover kebutuhan penambahan pencadangan bagi debitur-debitur yang masih dalam perhatian khusus.
“Kecukupan pencadangan ini tergambar dari rasio pencadangan untuk NPL dan LaR pada posisi Juni 2024, yang berada di level memadai masing-masing sebesar 298 persen dan 48 persen,” rincinya.
Transaksi Digital
Selain akselerasi pertumbuhan kredit, salah satu fokus BNI di kuartal II-2024 adalah merilis aplikasi transaksi untuk personal, yang dibangun menggunakan platform teknologi terkini bernama Wondr by BNI.
Direktur Retail Banking BNI Corina Leyla Karnalies mengatakan, Wondr by BNI telah diluncurkan pada 5 Juli 2024 bertepatan dengan ulang tahun ke-78 BNI, dibangun dengan riset yang mendalam, mengikuti standar keunggulan di industri yang tidak hanya di Indonesia. Tetapi juga mengikuti standar global, sehingga diproyeksikan akan menjadi game changer bagi BNI maupun industri perbankan di Indonesia.
Baca juga : Aston Villa Vs Arsenal, The Gunners Siap Raih Kemenangan Tandang
Hingga 18 Agustus 2024, Wondr by BNI telah di-download lebih dari 2 juta kali. Proporsinya naik hingga 200 persen dibandingkan BNI Mobile Banking sebelumnya. DWI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Sabtu, 24 Agustus 2024 dengan judul "Semester I Raup Laba Rp 10,7 Triliun, Akselerasi Kinerja Katrol Pertumbuhan Bisnis BNI"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya