Dark/Light Mode

PNBP Agustus 2024 Naik, Wamenkeu Tommy: BUMN Jadi Kontributor Utama

Selasa, 24 September 2024 08:05 WIB
Wamenkeu II Tommy Djiwandono dalam konferensi pers APBN Kita Edisi September 2024 di Jakarta, Senin (23/9/2024). (Foto: YouTube)
Wamenkeu II Tommy Djiwandono dalam konferensi pers APBN Kita Edisi September 2024 di Jakarta, Senin (23/9/2024). (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) II Thomas Djiwandono atau Tommy menegaskan, BUMN memiliki kontribusi penting dalam menjaga kinerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga 31 Agustus 2024. 

PNBP Agustus 2024 dilaporkan mencapai Rp 383,8 triliun atau memenuhi 78 persen target APBN 2024. Meningkat dibanding PNBP Juli 2024, yang tercatat Rp 338 triliun.

"Capaian ini utamanya disumbang oleh peningkatan kinerja BUMN dan satuan kerja Badan Layanan Usaha (BLU)," kata Tommy dalam konferensi pers APBN Kita Edisi September 2024 di Jakarta, Senin (23/9/2024).

Baca juga : PNM Dorong Nasabah Unggulan Jadi Mentor Usaha

Kinerja PNBP Rp 383,8 triliun disumbang oleh sektor SDA migas Rp 73,1 triliun atau 66,3 persen dari target APBN; SDA non migas Rp 78,4 triliun atau 80,4 persen dari target APBN; Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) Rp 70,3 triliun atau 81,9 persen dari target APBN; PNBP Lainnya Rp 97,9 triliun atau 85,0 persen dari target APBN; dan Badan Layanan Umum (BLU) 64,2 persen atau 77,0 persen dari target APBN.

"Realisasi pendapatan Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) tumbuh 7,4 persen yoy. Pertumbuhan ini, terutama berasal dari setoran dividen BUMN Perbankan atas peningkatan kinerja keuangan," beber Tommy. 

Dijelaskan lebih lanjut, realisasi PNBP Lainnya terkontraksi 10,4 persen yoy. Hal ini terutama disebabkan oleh menurunnya pendapatan hasil tambang batu bara, sejalan dengan moderasi harga batu bara. Serta penurunan Pendapatan PNBP K/L, terutama dari pendapatan tidak berulang pada Kejaksaan dan Kominfo.

Baca juga : Imin Vs Gus Yahya, Kiai Ma’ruf Mau Jadi Juru Damai

Sementara realisasi PNBP BLU tumbuh 18,8 persen yoy. Pertumbuhan ini terutama berasal dari pendapatan jasa penyediaan barang dan jasa lainnya, pelayanan RS, dan pendapatan pengelolaan dana BLU.

Pendapatan BLU Pengelola Dana, khususnya pendapatan pungutan ekspor sawit mengalami pendapatan 14,3 persen yoy. 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.