Dark/Light Mode

Ditunjuk Jadi Waketum Kadin

Bamsoet Ajak Kalangan Usaha Dukung Program Makan Bergizi Gratis Prabowo

Senin, 7 Oktober 2024 19:06 WIB
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Kadin Indonesia Bambang Soesatyo (kanan). (Foto: Istimewa)
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Kadin Indonesia Bambang Soesatyo (kanan). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) dipercaya sebagai Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Kadin Indonesia periode 2024-2029 yang dipimpin Anindya Bakrie. Kadin Indonesia di bawah kepemimpinan Anindya siap untuk mendukung program-program pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto dalam meningkatkan perekonomian nasional ke depan.

"Kadin Indonesia memiliki tiga program utama dalam mendukung pemerintahan Prabowo Subianto. Pertama, meningkatkan kemitraan publik-swasta dan melibatkan banyak BUMN. Kedua, menjalin kerja sama lebih erat dengan pemangku kepentingan internasional. Ketiga, pemberdayaan usaha kecil dan menengah," ujar Bamsoet, usai pengumuman Pengurus Kadin Indonesia 2024-2029 yang juga dihadiri Ketua Dewan Penasehat Kadin Indonesia Hashim Djojohadikusumo dan pengusaha senior Aburuzal Bakrie, di Jakarta, Senin (7/10/2024).

Baca juga : Australia Siap Dukung Program Pertanian Indonesia

Pengurus Kadin Indonesia hadir antara lain Ketum Kadin Indonesia Anindya Bakrie, Ketua Dewan Penasehat Hashim Djojohadikusumo, Anggota Dewan Kehormatan Aburizal Bakrie, Wakil Ketua Dewan Penasehat Sharif Cicip Sutardjo, Ketua Dewan Usaha Chairul Tanjung, Wakil Ketua Umum Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Raffi Ahmad, Wakil Ketua Bidang Komunikasi dan Informatika Clarissa Tanoesoedibjo serta Wakil Ketua Umum Bidang Pertanian Mulyadi Jayabaya.

Ketua MPR ke-16 dan Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, salah satu program unggulan Prabowo yang harus mendapat dukungan dari semua pihak, khususnya kalangan pengusaha, adalah program Makan Bergizi Gratis. Terlebih, berdasarkan data Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), pada tahun 2023 tercatat sebanyak 21 juta warga Indonesia mengalami kekurangan gizi. Sementara, 21,6 persen anak Indonesia berusia di bawah lima tahun mengalami stunting, dan 7,7 persen lainnya menderita wasting atau rendahnya rasio berat badan berbanding tinggi badan.

Baca juga : Dua Anak Usaha Pertamina Sinergi Garap Bisnis Karbon

Bamsoet menerangkan, salah satu sumber masalah stunting adalah gizi buruk pada ibu dan anak, sehingga berakibat angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih tinggi. Sistem pencatatan kematian ibu pada Kementerian Kesehatan memperlihatkan bahwa jumlah kematian ibu pada tahun 2022 mencapai 4.005 dan di tahun 2023 meningkat menjadi 4.129. "Sedangkan, kematian bayi pada 2022 sebanyak 20.882 dan pada tahun 2023 tercatat 29.945," kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini memaparkan, faktor kemiskinan menyebabkan ketidakmampuan keluarga menyediakan makanan bergizi. Per Maret 2023, masih ada 25,9 juta penduduk miskin di Indonesia. Mereka adalah warga yang pengeluarannya per bulan di bawah standar garis kemiskinan, yakni Rp 550.458 per kapita per bulan.

Baca juga : Ketua Marga Merauke Ajak Masyarakat Dukung Program Cetak Sawah

Bamsoet yakin, realisasi program Makan Bergizi Gratis Prabowo akan sangat membantu puluhan juta warga miskin sebagai wujud nyata pembangunan manusia Indonesia. "Sebagaimana disebutkan dalam pasal 34 ayat 1 UUD NRI 1945 yang menegaskan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Salah satunya memenuhi kebutuhan gizi yang baik," pungkas Bamsoet. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.