Dark/Light Mode

APBN Dirancang Buat Jaga Stabilitas Ekonomi

Tiap Rupiah Yang Dipake Harus Dirasakan Rakyat

Minggu, 15 Desember 2024 07:10 WIB
Presiden Prabowo Subianto didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming bersama seluruh pimpinan tinggi negara, Kementerian, Lembaga, serta Pemerintah Daerah hari ini menghadiri acara Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Alokasi Transfer Ke Daerah (TKD) tahun Anggaran 2025 di Istana Negara, Jakarta. Foto: Dok. Kementerian Keuangan
Presiden Prabowo Subianto didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming bersama seluruh pimpinan tinggi negara, Kementerian, Lembaga, serta Pemerintah Daerah hari ini menghadiri acara Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Alokasi Transfer Ke Daerah (TKD) tahun Anggaran 2025 di Istana Negara, Jakarta. Foto: Dok. Kementerian Keuangan

 Sebelumnya 
Untuk tahun 2025, Pemerintah dan DPR telah menyepakati belanja negara sebesar Rp 3.621,3 triliun, meningkat 8,9 persen dibandingkan APBN 2024.

Dari jumlah tersebut, belanja Pemerintah Pusat dipatok Rp 2.701,4 triliun untuk mendorong program prioritas di bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, ketahanan pangan, energi dan perumahan.

Sementara itu, alokasi transfer ke daerah sebesar Rp 919,9 triliun ditujukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pelayanan yang inklusif.

Baca juga : Senayan Minta Polri Perketat Pengawasan

Target pendapatan negara untuk 2025 dipatok sebesar Rp 3.005,1 triliun melalui pajak, Bea Cukai, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak secara maksimal.

Menkeu memastikan defisit APBN 2025 akan tetap dijaga sesuai target dalam Undang- Undang APBN 2025 sebesar 2,53 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), setara Rp 616,2 triliun.

Namun demikian, Menkeu mengakui, adanya risiko dari sisi target pendapatan negara yang mungkin tidak tercapai akibat maraknya tindak pidana korupsi, atau aktivitas ekonomi ilegal yang tidak terjamah oleh otoritas pajak maupun bea cukai.

Baca juga : OJK Pede Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil

Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah menilai, APBN 2025 sudah dirancang dengan berbagai asumsi dan perencanaan yang baik.

“Penerimaan negara Rp 3 ribu triliun yang ditargetkan Pemerintah pastinya bisa direalisasikan selama tidak ada kondisi yang sangat mengganggu perekonomian nasional,” kata Piter kepada Rakyat Merdeka pada Jumat (13/12/2024).

Dia menjelaskan, Indonesia memiliki semua prasyarat untuk pertumbuhan ekonomi yang tinggi berkat sumber daya alam yang melimpah, dan pertumbuhan ekonomi positif di atas 5 persen dalam beberapa kuartal terakhir.

Baca juga : Duh Banyak Siswa Miskin Batal Terima KJP Dan KJMU

Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat dijaga tetap stabil di kisaran 5 persen meskipun ekonomi global melambat.

“Tinggal bagaimana Pemerintah mengeluarkan kebijakan yang tepat untuk mengatasi semua permasalahan ekonomi ke depan. Pemerintahan Prabowo pasti sudah menyiapkan berbagai strategi,” tegas Piter. NOV

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 7, edisi Minggu, 15 Desember 2024 dengan judul "APBN Dirancang Buat Jaga Stabilitas Ekonomi, Tiap Rupiah Yang Dipake Harus Dirasakan Rakyat"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.