Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Garuda, Citilink Dan Pelita Punya Pasar Berbeda
Merger Maskapai BUMN Saling Lengkapi Layanan
Selasa, 7 Januari 2025 07:05 WIB
Sebelumnya
“Itu (mengenai rencana penggabungan maskapai milik BUMN) menjadi bagian diskusi dalam pertemuan ini,” akunya.
Artinya, kata Erick, Garuda Indonesia yang semula akan bergabung dengan InJourney Group, akan ditunda.
“Antara airport dan penerbangan tetap dipisah. Tetapi antara penerbangan ini harus ada ekosistem yang terintegrasi, agar seluruh servisnya tidak berhenti,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Direktur Utama Garuda Indonesia Wamildan Tsani Panjaitan menyampaikan, perseroan akan mendatangkan 20 pesawat pada tahun ini.
Pesawat yang didatangkan, kata Wamildan, berjenis Boeing 737-800 NG.
Baca juga : Menperin Prioritaskan Empat Prinsip Keadilan
“Akhir tahun kami sudah tambah satu armada. Januari ini, kedatangan 2 pesawat lagi, Boeing. Di Februari, kami operasikan 1 lagi tambahan 737. Harapannya, total sampai 2025 bisa mencapai 20 pesawat,” beber Wamildan.
Ia kemudian menerangkan, mencari armada merupakan hal sulit yang dihadapi dunia saat ini.
“Kami akan mencari pesawat yang available, baik baru maupun second. Tentunya ini bukan menjadi pilihan. Tetapi kami akan memaksimalkan pesawat yang ada dan jenis apapun yang akan kami peroleh nantinya,” katanya.
Wamildan meyakini, dengan penambahan armada tersebut, perseroan akan mampu menjangkau semua rute di Indonesia.
“Saat ini Garuda sudah ada di banyak rute. Yang kurang apa? Pesawatnya. Jadi inilah yang menjadi prioritas utama kami,” sambungnya.
Baca juga : Rawan Tawuran, Aparat Gencar Patroli Di Jaktim
Begitu juga Pelita Air, anak usaha PT Pertamina (Persero) ini akan menambah 12 pesawat Airbus tahun ini.
Direktur Utama Pelita Air Dendy Kurniawan menuturkan, pesawat tersebut nerupakan jenis wide body, yang akan digunakan untuk mendukung Garuda Indonesia saat layanan penerbangan haji dan umrah.
“Tahun ini sudah pasti (tambah armada). Tinggal tunggu datangnya, ada tambahan lagi 6 pesawat lagi,” ucapnya.
Menanggapi ini, pengamat penerbangan Gatot Rahardjo menilai, bila sesama maskapai BUMN ini saling bersinergi, akan memberikan dampak positif bagi masing-masing perusahaan.
“Kalau Garuda, Citilink, Pelita bisa dikonsolidasikan, itu langkah bagus. Karena segmennya kan beda-beda. Jadi akan saling melengkapi layanan yang telah diberikan,” katanya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Arsenal Vs Newcastle United, The Gunners Ngincer Gelar Perdana 2025
Rencana penggabungan Pelita Air ke Garuda Indonesia dinilainya cukup alot. Namun dengan adanya perubahan direktur utama, baik di Garuda Indonesia maupun Pertamina, diharapkan proses konsolidasi bisa berjalan baik dan sesuai tenggat waktu yang ditetapkan.
“Kelihatannya arah untuk konsolidasi tersebut bisa lebih smooth,” katanya.
Dia menekankan agar, antar sesama maskapai BUMN itu tak bersaing dalam jumlah penumpang. Sebab, Garuda Indonesia sudah di layanan kelas atas atau full service. Sementara itu, Citilink ada di layanan kelas low cost carrier dan Pelita dengan layanan penerbangan kelas menengah.
“Harapannya, tentu meningkatkan konektivitas dan jangkauan yang lebih luas lagi ke tiap-tiap daerah di Indonesia,” tutup Gatot. IMA
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Selasa, 7 Januari 2025 dengan judul "Garuda, Citilink Dan Pelita Punya Pasar Berbeda, Merger Maskapai BUMN Saling Lengkapi Layanan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya