Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kolaborasi BSI Dan SKK Migas Kelola Dana ASR Lewat Rekening Bersama Berbasis Syariah
Rabu, 5 Februari 2025 13:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI bersinergi dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), terkait kerja sama fasilitas perbankan.
BSI menjadi penyedia layanan syariah untuk pengelolaan dana Abandoment and Site Restoration (ASR), melalui rekening bersama (joint account) atas nama BSI dan SKK Migas, serta KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama).
“Adanya kerja sama ini akan memudahkan para KKKS,dalam menjalankan kontrak kerja sama dengan SKK Migas, melalui penggunaan fasilitas rekening di BSI,” jelas Direktur Utama BSI Hery Gunardi di Jakarta, Rabu (5/2/2025).
Hery mengatakan, BSI berkomitmen untuk meningkatkan peran dan kontribusinya dalam pengembangan industri migas dari hulu ke hilir.
Hal tersebut sebagai upaya mewujudkan ketahanan dan swasembada energi sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga : Kolaborasi KAI Dan UI Perkuat Optimalisasi SDM Berkualitas
Dengan kerja sama ini, keduanya bertekad meningkatkan peranan melalui penyediaan layanan syariah guna memperkuat industri hulu migas.
“Mudah-mudahan semakin banyak dana ASR yang akan berlabuh juga di BSI,” ucap Hery.
Ia menegaskan, BSI siap mendukung kegiatan usaha negara dalam hal hulu hingga hilir migas untuk meningkatkan balance payment negara, dan diharapkan memberi multiplier effect yang lebih besar bagi perekonomian.
Seiring penandatanganan perjanjian dengan SKK Migas, BSI juga menjalin kerja sama dengan PT EMP Tonga yang merupakan KKKS, untuk mengelola migas di Wilayah Kerja (WK) Blok Tonga di Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara (Sumut).
Selain itu, BSI juga menjalin sinergi dengan PT Benuo Taka Wailawi yang merupakan KKKS yang ditunjuk pemerintah untuk mengelola migas di WK Wailawi, Kalimantan Timur (Kaltim).
Baca juga : Merawat Toleransi Beragama
Seiring diraihnya kepercayaan dari SKK Migas dan KKKS, sambung Hery, potensi penempatan dana ASR di BSI dari dua blok migas ini diperkirakan bernilai jutaan dolar Amerika Serikat (AS).
Dana ASR merupakan akumulasi dana yang dicadangkan, untuk melaksanakan kegiatan pemulihan pasca tambang wilayah kerja migas.
Dana ini dikumpulkan di dalam rekening bersama antara SKK Migas dan KKKS. Nantinya, dengan rekening bersama ini, BSI menjadi bank syariah pertama yang qualified dan memenuhi standar sebagai pengelola dana ASR pada KKKS.
“Harapannya, akan semakin menguatkan posisi BSI secara khusus dan perbankan syariah secara umum di Indonesia. Khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dari sisi pengelolaan dana," ucap Hery.
Ke depan, BSI bersama SKK Migas juga tengah menyiapkan skema pembiayaan untuk mendukung bisnis para kontraktor pelaksana, agar usaha dari hulu hingga hilir berjalan baik.
Baca juga : Proyek Infrastruktur Digarap Swasta, Pengusaha Berbinar-binar
Dengan skema pembiayaan syariah, sehingga tidak mempengaruhi cashflow usaha. BSI memiliki track record, baik dalam pengelolaan dana sektor Sumber Daya Alam (SDA) mencapai Rp 10 triliun di berbagai sektor antara lain, perkebunan, alumunium, tembaga dan lainnya.
“Hal ini membuktikan kepercayaan sektor-sektor industri untuk menempatkan dana melalui bank syariah,” pungkas Hery.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya