Dark/Light Mode

Produksi MFO LS KPI Tembus 14,5 Juta Barel, Kilang Dumai Jadi Kontributor Utama

Senin, 10 Februari 2025 11:14 WIB
Produksi MFO LS KPI Tembus 14,5 Juta Barel, Kilang Dumai Jadi Kontributor Utama

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) terus menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan bahan bakar minyak (BBM) yang lebih ramah lingkungan.

Salah satu produk unggulannya adalah Marine Fuel Oil Low Sulphur (MFO LS), bahan bakar kapal dengan kandungan sulfur rendah.

Saat ini, terdapat empat kilang yang mampu memproduksi MFO LS, yaitu Kilang Dumai, Kilang Balikpapan, Kilang Plaju, dan Kilang Cilacap.

Corporate Secretary KPI Hermansyah Y Nasroen menjelaskan bahwa MFO LS semakin diminati sejak diberlakukannya regulasi ketat terkait emisi sulfur pada kapal laut.

Regulasi ini mengacu pada standar International Maritime Organization (IMO) tahun 2020 yang kemudian diadopsi ke dalam Keputusan Dirjen Migas No. 0179.K/DJM.S/2019.

Baca juga : PNBP Agustus 2024 Naik, Wamenkeu Tommy: BUMN Jadi Kontributor Utama

Marine Fuel Oil Low Sulphur adalah bahan bakar kapal dengan kadar sulfur rendah yang lebih ramah lingkungan.

"Produk ini semakin dibutuhkan karena aturan internasional mewajibkan penggunaan bahan bakar rendah sulfur untuk mengurangi emisi gas buang dari kapal," ujar Hermansyah dalam keterangan tertulis perusahaan, Senin (10/2/2025).

KPI mencatat produksi MFO LS sepanjang tahun 2024 mencapai 14,5 juta barel.

Dari jumlah tersebut, sekitar 50 persen diproduksi oleh Kilang Dumai, yang juga merupakan pelopor produksi MFO LS di Indonesia sejak 2020.

Awalnya, produk ini digunakan untuk bahan bakar kapal yang bersandar di jetty Kilang Dumai.

Baca juga : Jokowi Yakin, PAN Bisa Tembus 3 Besar Partai Di Indonesia

Persiapan produksi MFO LS sendiri dimulai sejak Juli 2019 dengan berbagai tahapan, seperti simulasi tertulis, analisis laboratorium, dan percobaan lapangan.

Produk ini akhirnya resmi diluncurkan pada Februari 2020. Setelah Kilang Dumai, produksi MFO LS diperluas ke Kilang Plaju pada Maret 2022.

Terbaru, pada Mei 2024, Kilang Cilacap mulai memproduksi MFO LS, dengan pengiriman perdana sebanyak 200 ribu barel melalui Kapal MT Bloom.

Memperkuat Rantai Pasok

Dengan bertambahnya kilang yang mampu memproduksi MFO LS, KPI semakin memperkuat rantai pasok dan ketersediaan produk ini di pasar.

Menurut Hermansyah, hal ini menjadi keunggulan kompetitif bagi perusahaan.

Baca juga : Inovasi SIG Bakal Jadi Role Model Konstruksi

"Dengan kemampuan produksi di empat kilang, kami dapat menjamin ketersediaan produk dan mendukung kebutuhan industri perkapalan yang membutuhkan bahan bakar ramah lingkungan," tambahnya.

Selain MFO LS, KPI juga telah memperkenalkan produk BBM rendah sulfur lainnya, seperti Diesel X, yang merupakan bahan bakar gasoil setara Euro 5 dari Kilang Balongan.

Dengan berbagai inisiatif ini, KPI terus berupaya untuk berkontribusi dalam penyediaan energi yang lebih bersih dan mendukung transisi menuju industri maritim yang berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.