Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jadi Perusahaan Terintegrasi Hulu Hilir
Freeport Dukung Indonesia Jadi Pemain Utama Tembaga
Selasa, 11 Februari 2025 08:01 WIB
Sebelumnya
Hilirisasi yang terus digencarkan pemerintah, merupakan proses pengolahan bahan mentah menjadi produk yang lebih bernilai tambah.
Hilirisasi tak hanya memberikan pemasukan yang lebih tinggi bagi negara, tetapi juga menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan mendorong kemandirian bangsa. Serta menciptakan ekosistem industri yang berkelanjutan.
Hakekat ini disadari betul oleh China. Makanya, meski tak memiliki kekayaan alam berupa bahan baku tembaga alias mengimpor dari Chile, China sukses menjadi produsen katoda tembaga terbesar dunia, dengan angka produksi 12,5 juta ton per tahun.
Baca juga : Seniman Kaligrafi Tiongkok-Indonesia Gelar Pameran Di Tangerang
Sebaliknya, Chile yang menjadi produsen tembaga terbesar dunia hanya menghasilkan 2 juta ton katoda tembaga per tahun. Kenapa? Karena Chile mengekspor sebagian besar tembaganya dalam bentuk mentah, terutama ke China.
Sementara China, memproduksi katoda tembaga dari konsentrat tembaga yang diimpor dari Chile.
Dalam konteks ini, Tony sangat yakin, Indonesia mampu bersaing memasok tembaga dunia.
Baca juga : Lewat Layanan Terintegrasi, Elnusa Pacu Pertumbuhan Sektor Migas
"Karena Indonesia tidak hanya memiliki cadangan bahan baku yang besar, tetapi juga mampu memproduksi katoda tembaga dalam jumlah yang cukup besar,” terang Tony.
Perlu diketahui, lokasi tambang PTFI di dataran tinggi Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah menyimpan 3 miliar ton sumber daya bijih tembaga yang mengandung emas dan perak.
Kalau bisa dioptimalkan, sumber daya bijih tembaga itu bisa menambah umur tambang hingga 20 tahun ke depan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya