Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
UMKM Binaan PHE ONWJ KUW Greenthink Sukses Kantongi Omzet Rp 1 M Per Tahun
Jumat, 21 Februari 2025 21:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) terus melakukan pembinaan terhadap KUW (Kelompok UMKM Wanita) Greenthink sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Seluruh anggota KUW Greenthink merupakan istri-istri nelayan di Kecamatan Cilamaya Girang, Blanakan, Subang.
Salah satu anggota KUW Greenthink sekaligus pemilik UMKM Mustika Food Eka Mustika menceritakan, saat ini usaha pengolahan ikan tengkek-nya mampu meraih omzet Rp 1 miliar per tahun.
“Dulu, ikan tengkek tidak ada harganya. Bahkan, dianggap limbah oleh nelayan. Kalau dapat tengkek di laut, dijual murah,” kata Eka dalam keterangan resmi, Jumat (21/2/2025).
Dulu, ikan tengkek kurang diminati konsumen. Tengkek dihindari lantaran anatomi tubuhnya yang penuh duri. Permintaan pasar terhadap ikan tengkek tidak sebesar jenis ikan lain seperti tenggiri, tongkol, kakap, dan bandeng. Alhasil harga jual tengkek rendah.
Baca juga : UMKM Binaan Pertamina Raih Transaksi Rp 4,2 M Lebih Di INACRAFT 2025
Mengolah ikan tengkek pun punya tantangan tersendiri, karena kulitnya yang keras. Ikan ini memang bisa dibakar, seperti ikan etong atau ayam-ayam yang karakter kulitnya sama-sama keras.
Tengkek, si ikan kurus berduri yang tak diminati pasar, kini menjelma menjadi produk olahan lezat dan bergizi, berkat kegigihan dan kreativitas Eka dan perempuan tangguh KUW Greenthink. “Melalui tangan-tangan kreatif mereka, tengkek disulap menjadi berbagai produk olahan, seperti abon, dendeng, dan kerupuk,” terangnya.
Sebelum Mustika Food dan produk olahan ikan tengkeknya dikenal banyak orang, ikan tengkek hanya dijual di bawah Rp 5.000 per kilo. Bahkan sempat menyentuh Rp 2.000-Rp 3.000 per kilogram. Tiap satu kilogram berisi 4 - 5 ekor ikan.
Dalam satu bulan, Eka memerlukan bahan baku ikan tengkek rata-rata 1,5-2 kuintal. Jumlah itu untuk memenuhi permintaan konsumen lintas kota sampai lintas negara, mulai dari Subang, Bandung, Jabodetabek, Bali, Jambi, hingga Singapura.
Hasilnya, harga ikan tengkek melonjak naik menyentuh hingga Rp 17.000-Rp 25.000 per kilogram. Bisnis Eka semakin membersar berkat diversifikasi produk.
Baca juga : UMKM Binaan Pertamina EP, Kopi Puntang Wangi Sukses Diboyong Ke Benua Afrika
Di bawah bimbingan PHE ONWJ, produk Eka merambah dari abon ke kerupuk, cheese stick, dan ikan asin. Omzet UMKM Mustika Food berkisar Rp 100 jutaan per bulan. Dalam setahun, bisnis yang dijalankan Eka serta empat karyawannya mampu meraup omzet di atas Rp 1 miliar.
Saat ini, di bawah bimbingan PHE ONWJ melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan, Eka memulai langkah inovatif untuk mengolah ikan tengkek menjadi produk bernilai tinggi, abon.
Eka memulai bisnisnya sejak 2016. Ia memulai usahanya dalam kondisi serba terbatas. Produknya dibungkus plastik seadanya, dan dipasarkan dari mulut ke mulut, dititip ke toko kelontong atau warung-warung.
Pada 2017, PHE ONWJ mulai membentuk KUW Greenthink. Eka masuk sebagai anggota. Melalui program yang diselenggarakan PHE ONWJ, Eka tidak sekadar dilatih menjadi pebisnis tanpa tanding. Produk olahan Eka juga didukung mendapatkan izin usaha dan sertifikasi produk.
Kini, Eka sudah mengantongi NIB (Nomor Induk Berusaha), SPP-IRT (Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga), dan sertifikasi halal. Legalitas ini meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas akses pasar, dan meningkatkan daya saing.
Baca juga : Kemendes dan Kemendagri Bersinergi Sukseskan Program Pemerintah
Produknya semakin laris. Ela merekrut empat ibu rumah tangga untuk menunjang peningkatan produksi. Keempatnya juga istri-istri nelayan. Ibu dua anak ini juga aktif menjual produknya di marketplace.
Menurut Head of Communication, Relations & CID PHE ONWJ R Ery Ridwan, program pembinaan yang dilakukan bertujuan untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat pesisir, terutama pemberdayaan bagi para perempuan, istri-istri nelayan.
“Kami sangat bangga melihat bagaimana inovasi dan kerja keras mereka telah sukses mengubah tantangan menjadi peluang. Semoga keberhasilan ini dapat menginspirasi komunitas lain untuk melakukan hal serupa,” tuturnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya