Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
BTN Targetkan Kinerja Kredit Dan DPK, Solid Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Senin, 24 Februari 2025 13:01 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN optimistis bisa membukukan kinerja penyaluran kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK) lebih baik lagi di tahun 2025.
Hal tersebut berkaca di sepanjang tahun 2024, BTN membukukan kinerja yang solid. Penyaluran kredit tumbuh 7,3 persen sebesar Rp 357,97 triliun, dan DPK tumbuh 9,1 persen menjadi Rp Rp 381,67 triliun.
Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan, kinerja perseroan yang solid khususnya dalam pembiayaan perumahan diyakini akan ikut mendongkrak pertumbuhan ekonomi melalui sektor perumahan.
Apalagi sektor perumahan mempunyai dampak turunan terhadap 181 sub sektor pendukung lainnya seperti industri semen, batu bata, keramik, genteng dan lain sebaginya.
“Belum ditambah lagi tenaga kerja yang bisa diserap sektor perumahan mencapai sekitar 500 ribu tiap tahunnya,” jelas Ramon dalam keterangan resmi, Senin (24/2/2025).
Penyaluran kredit BTN berhasil membukukan penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar Rp 357,97 triliun atau tumbuh sebesar 7,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023 sebesar Rp 333,69 triliun.
Baca juga : Indonesia Perlu Genjot Konsumsi Energi Demi Kerek Pertumbuhan Ekonomi
Penyaluran kredit BTN pada 2024 terutama didorong oleh bisnis KPR baik Subsidi maupun Non Subsidi seiring dengan permintaan yang terus meningkat terhadap kepemilkan rumah.
Hingga akhir Desember 2024, penyaluran KPR Subsidi BTN mencapai Rp 173,84 triliun, naik 7,5 persen yoy dibandingkan tahun 2023.
Sementara itu, KPR Non Subsidi BTN bertumbuh 10,2 persen yoy menjadi Rp 105,95 triliun pada akhir 2024.
Di sisi perolehan dana masyarakat, pada tahun 2024 BTN membukukan pertumbuhan DPK sebesar 9,1 persen yoy menjadi Rp381,67 triliun dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 349,93 triliun.
Pertumbuhan DPK ini didukung oleh peningkatan dana murah berupa tabungan dan giro (Current Account Saving Account/CASA) yang kontribusinya mencapai 54,1 persen terhadap total DPK, naik jika dibandingkan tahun 2023 sebesar 53,7 persen.
Pertumbuhan CASA BTN pada akhir 2024 tercatat mencapai 9,8 persen yoy dibandingkan tahun 2023.
Baca juga : Genjot Hilirisasi Petrokimia Dan Gas, Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Menurut Ramon, pertumbuhan DPK BTN lebih tinggi dari pertumbuhan DPK industri yang sebesar 4,48 persen yoy pada akhir 2024 sejalan dengan upaya perseroan untuk terus meningkatkan transaksi dana murah ritel dan institusi menengah, termasuk dari digital channel.
“Komitmen tersebut diwujudkan melalui inisiatif transformasi aplikasi mobile banking BTN yakni BTN Mobile menjadi Bale by BTN,” ucapnya.
BTN mencatat pertumbuhan yang pesat di bisnis digitalnya sejak BTN Mobile diperbaharui pada 2023. Jumlah pengguna Bale by BTN yang sebelumnya bernama BTN Mobile telah mencapai 2,2 juta pada akhir 2024, meningkat 107 persen yoy dibandingkan tahun 2023.
“Kami optimis jumlah user dapat mencapai minimal 3,6 juta hingga 4 juta pada tahun ini,” terangnya.
Menurut Ramon, pertumbuhan bisnis BTN yang solid tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat dan nasabah kepada perseroan yang terus meningkat.
Kepercayan masyarakat yang cukup tinggi ini disebabkan karena BTN sebagai Bank BUMN diawasi oleh pemerintah, OJK, Bank Indonesia dan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Baca juga : Kolaborasi Spora Comm Dan PTPN: Strategi Komunikasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
“Dalam menjalankan operasional bisnisnya BTN juga selalu mengedepankan prinsip good corporate governance (GCG), sehingga wajar jika masyarakat merasa aman menyimpan dananya di Bank BUMN khususnya BTN,” ujar Ramon.
Ia mengungkapkan, untuk terus bisa berinovasi dan mendorong kenaikan pertumbuhan kredit dan DPK perseroan tancap gas melanjutkan transformasi bisnis untuk periode 2025-2029. Yakni, dengan fokus utama menjadi transactional bank atau bank transaksi yang memiliki kekuatan utama pada pendanaan (funding), khususnya melalui penghimpunan dana murah.
“Kami tidak hanya berfokus pada ekspansi kredit, tetapi juga pada penguatan pendanaan berbasis tabungan yang lebih stabil, efisien, dan sehat,” ujar Ramon.
Dengan demikian, BTN dapat terus menghadirkan solusi keuangan yang komprehensif bagi masyarakat Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya