Dark/Light Mode

Rilis Laporan Kerja 2024

GoTo Dan Bukalapak Catat Kinerja Ciamik

Sabtu, 22 Maret 2025 07:00 WIB
Direktur Utama GoTo Pat­rick Walujo. (Foto: Dok. GoTo)
Direktur Utama GoTo Pat­rick Walujo. (Foto: Dok. GoTo)

 Sebelumnya 
Chief Executive Officer (CEO) BUKA Willix Halim mengatakan, pendapatan keseluruhan BUKA pada sepanjang 2024 mencapai Rp 4,5 triliun, dengan kontribusi yang hampir seimbang dari seg­men O2O dan Marketplace.

Namun, perusahaan mem­perkirakan pendapatan Mar­ketplace akan tumbuh lebih cepat, dibandingkan O2O dalam beberapa kuartal mendatang. Seiring dengan penajaman strategi bisnisnya.

Sebagai bagian dari penye­suaian strategisnya, Bukalapak telah merampingkan bisnis non-inti dengan fokus pada efisiensi operasional dan profitabilitas yang berkelanjutan.

Meskipun transisi ini berdam­pak pada pendapatan dan margin kontribusi dalam jangka pendek, penghematan biaya Gener­al & Administrative (G&A) telah menutupi dampak penurunan jangka pendek ini, membuka jalan bagi peningkatan kinerja di masa depan. Setelah menge­luarkan one-off legal dan biaya restrukturisasi one-off, beban G&A membaik.

Baca juga : Warga Rorotan Keluhkan Bau Busuk Dan Asap Hitam

“Yakni dari minus Rp 260 miliar pada kuartal III tahun 2024 menjadi minus Rp 156 miliar pada kuartal IV tahun 2024,” tutur Willix.

Adjusted EBITDA sepanjang 2024 meningkat sebesar 28 persen yoy, mencerminkan upaya berkelanjutan Bukalapak dalam mengoptimalkan bisnisnya.

Sementara core earnings meningkat dari Rp 42 miliar pada 2023 menjadi Rp 443 miliar pada 2024.

Perusahaan juga melaporkan posisi kas yang kuat, yakni sebe­sar Rp 19 triliun. Posisi kas ini memastikan ketahanan finansial untuk mendukung inisiatif per­tumbuhan di masa depan.

Baca juga : Instruksi Kluivert Saat Lawan Bahrain, Tim Garuda Janji Main Habis-habisan

“Upaya kami dalam merampingkan bisnis non-inti dan meningkatkan efisiensi opera­sional mulai menunjukkan hasil positif,” ujarnya.

Ke depan, BUKA akan fokus pada empat segmen bisnis utama, Mitra Bukalapak, Gaming, Re­tail, dan Investment, dengan menyesuaikan struktur pelaporan keuangannya mulai kuartal I-2025.

Menyoal ini, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuri­tas Nafan Aji Gusta memuji GoTo dan BUKA yang berhasil menunjukkan kinerja laporan keuangan yang membaik.

“Namun untuk jangka pan­jang, tetap butuh titik profit­abilitas bagi keduanya,” saran Nafan kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca juga : Tenis Miami Open 2025, Sabalenka Makin Menyala

Nafan menuturkan, langkah yang diambil Bukalapak, yakni menutup layanan produk e-commerce, tepat. Sehingga perusahaan diprediksi dapat semakin menekan biaya atau biaya operasional.

Sementara GoTo juga menorehkan kinerja ciamik, yang berdampak positif pada saham emiten. GoTo membukukan hasil yang kuat pada kuartal IV-2024 dengan adjusted EBITDA khusus di kuartal ini adalah Rp 399 miliar, meningkat 191 persen secara kuartalan.

“Artinya ada perbaikan di segmen on demand service dan perubahan haluan di segmen fintech, yang membukukan EBITDA sesuai dengan target manajemen,” kata Nafan.

Ia juga menyambut rencana GoTo yang akan memperluas jangkauannya. “Hal ini penting bagi GoTo untuk meraih pang­sa pasar, sekaligus menyasar pelanggan dengan pengeluaran lebih tinggi guna menyeimbang­kan profitabilitas,” tegas Na­fan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.