Dark/Light Mode

Cabe Asal Sukabumi Siap Penuhi Pasokan Jabodetabek

Selasa, 14 Januari 2020 15:18 WIB
Perkebunan cabe di Sukabumi. (Foto: Humas Kementan)
Perkebunan cabe di Sukabumi. (Foto: Humas Kementan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ditjen Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil langkah cepat uuntuk memastikan ketersediaan pasokan cabe dan bawang merah hingga tiga bulan ke depan. Hasil pemantauan langsung ke lapangan, produksi cabe dan bawang merah di Sukabumi terpantau aman dan siap memenuhi kebutuhan Jabodetabek. Upaya ini sejalan dengan kebijakan Menteri Pertanian, Sahrul Yasin Limpo, untuk memastikan ketersediaan pasokan cabe.        

Kepala Seksi Produksi Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Deni Ruslan, menjelaskan kondisi terkini pertanaman cab dan bawang merah di wilayahnya. Dia menyebutkan bahwa pertanaman cabai di Sukabumi tidak hanya di wilayah I, namun sudah merata ke Wilayah II di daerah pesisir, Sukabumi Selatan. Pertanaman di Wilayah II didominasi dengan jenis cabe rawit hijau khususnya untuk Kecamatan Ciemas dan Jampang Kulon. Hasil panennya dapat memenuhi keutuhan di pasar lokal setempat bahkan surplus hingga dikirim ke Pasar Induk Kramat Jati dan Tanah Tinggi.        

Baca juga : Demak Siap Amankan Pasokan Bawang dan Cabe Ibu Kota

“Untuk bulan ini produksi cabe dan bawang merah memang masih rendah karena musim hujan yang mundur menyebabkan jadwal tanam mundur. Produksi akan terus meningkat hingga tiga bulan ke depan, puncaknya di Februari. Bulan ini produksi aneka cabe sebesar 825 ton sedangkan untuk Februari-Maret lebih tinggi yakni 1.115 ton hingga 1.264 ton,” ujar Deni.    

Deni juga menjelaskan bahwa produksi bawang merah di Januari sebanyak 11 ton dan akan terus meningkat. Produksi di Februari diperkirakan menjadi 40 ton dan Maret 150 ton.        

Baca juga : 30 Nyawa Melayang Akibat Banjir Jabodetabek

“Harga jual cabe rawit hijau saat ini Rp 14-15 ribu per kilogram, cabe merah keriting Rp 35 ribu per kilogram dan bawang merah rogol kering tiga hari Rp 20-22 ribu per kilogram. Terlihat dari potensi produksinya, kita perkirakan bulan depan harga cenderung turun,” sambung Deni.   

Ketua Kelompok Tani Harapan Makmur asal Desa Tanjung Kecamatan Jampang Kulon, Endang, mengatakan bahwa produksi cabe sampai Maret nanti aman. Umur tanaman cabai saat ini berkisar antara 2-4 bulan. Beberapa tanaman ada yang sudah panen dan sisanya masih berbunga.      

Baca juga : Kemensos Beri Santunan Rp 15 Juta untuk Ahli Waris Korban Banjir di Jabodetabek

Dadan, salah seorang petani cabe yang juga merangkap pedagang pengumpul cabe, mengakui bahwa di Desa Tanjung Kecamatan Jampang Kulon ini, kondisi tanaman cukup bagus. "Jarang ada yang terkena penyakit. Selain itu, petugas juga selalu memberikan bimbingan mengenai pengendalian organisme pengganggu tanaman ramah lingkungan," pungkasnya. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.