Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Rombak Pelabuhan Ibu Kota Baru, Pelindo lV Guyur Investasi 38 M

Rabu, 22 Januari 2020 11:12 WIB
Foto: Pelindo IV
Foto: Pelindo IV

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pelindo IV (Persero) tengah berupaya mengembangkan Pelabuhan Umum Loktuan Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) di tahun ini. Pengembangan tersebut untuk mendukung rencana pemindahan Ibu Kota ke Kaltim.

Direktur Utama Pelindo IV Farid Padang mengatakan, beberapa kabupaten di Kaltim yang memiliki pelabuhan ingin mengembangkan kapasitas pelabuhannya. Farid menjelaskan, ke depan Pelabuhan umum Loktuan Bontang akan dijadikan pelabuhan pengumpul di Sangatta, Bontang dan Kutai Timur.

Rencana tersebut dilakukan atas kerja sama dengan pemerintah daerah Bontang. Farid mengungkapkan, tahun ini pihaknya sudah menyiapkan total investasi sebesar Rp 5,4 triliun. Dari angka tersebut, sebagian di antaranya akan digunakan untuk melakukan pengembangan sejumlah pelabuhan di wilayah kelolaan.

Baca juga : Gempa Bermagnitudo 3.7 Getarkan Bayah, Banten

Dari total capex atau belanja modal yang disiapkan perusahaan tahun ini, pihaknya menyisihkan sebesar Rp 38 miliar khusus untuk pengembangan Pelabuhan Umum Loktuan Bontang.

Farid mengakui kontribusi Pelabuhan Loktuan Bontang pada pendapatan perusahaan di 2018 lalu dari segmen kunjungan kapal memang masih cukup kecil, yakni hanya 3,24 persen.

Namun potensi komoditas yang dimiliki dan ekspor dari Bontang cukup besar. "Yang terbesar masih Pelabuhan Balikpapan yaitu 10,09 persen," ungkap Farid dalam keterangan resminya Rabu (22/1).

Baca juga : Presiden Minta Siti Siapkan 100 Hektar Lahan dan 17 Juta Bibit

Selain melakukan kerja sama dengan Pemkot Bontang, Pelindo IV juga melakukan kerja sama pemanduan kapal dengan pihak Kaltim Prima Coal (KPC).

"Dalam kerja sama itu, dibahas tentang beberapa perbaikan kerja sama yang telah dilakukan sebelumnya, untuk peningkatan level of service pemanduan dan penundaan di KPC pada tahun ini.

Hal tersebut sebagai dampak dari adanya peningkatan produksi batu bara oleh KPC di 2019 lalu," tuturnya. [KPJ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.