Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gandeng Perusahaan Malaysia
ASPPHAMI Manfaatkan Teknologi Digital Di Bisnis Pengendalian Hama
Jumat, 24 Januari 2020 09:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI) memanfaatkan teknologi digital dalam menjalankan bisnisnya di bidang jasa pengendalian hama.
Ketua Bidang Penelitian, Pengembangan, Pendidikan, Pelatihan dan Usaha DPP ASPPHAMI, Ida Rosyidah menjelaskan, pihaknya tidak sendirian.
ASPPHAMI menggandeng perusahaan teknologi informasi dan komunikasi asal Malaysia, Datum. Keduanya menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi melalui integrasi sistem berbasis digital.
“Saat ini hanya ada di Malaysia, regional yang terdekat dengan Indonesia yang dapat memenuhi kebutuhan integrasi sistem berbasis digital selain Amerika. Perusahaan IT di Indonesia belum ada yang dapat memenuhi kebutuhan Integrasi sistem untuk bisnis pengendalian hama,” ungkap Ida dalam keterangan persnya, Kamis (23/1).
Baca juga : Ketemu Menperin, Perusahaan AS Ini Minat Tanam Modal Di Indonesia
Penandatanganan PKS tersebut dilakukan dalam perhelatan Pra Musyawarah Nasional ASPPHAMI yang dilaksanakan di Swiss Belhotel Airport Jakarta, Kamis (23/1/2020).
Sementara Munas ASPPHAMI sendiri rencananya akan digelar di Bali pada 15 - 17 April 2020 mendatang.
Ida mengatakan saat ini perusahaan-perusahaan pengendalian hama, utamanya yang masih UKM perlu didorong memanfaatkan teknologi yang terjangkau untuk menunjang bisnis, mendapatkan pasar dan menghadapi persaingan dengan pemain-pemain besar di sektor pengendalian hama.
“Integrasi sistem berbasis digital yang diperlukan adalah M4, yakni Memasar, Mengelola, Mengukur dan Mengembangkan. Semua aspek akan melibatkan teknologi sampai kepada sistem penjadwalan untuk perusahaan, database, otomatisasi, pengukuran hingga pada sistem layanan dan pemeliharaan,” ungkap Ida.
Baca juga : Menko Luhut Ajak Perusahaan Teknologi Bangun Bisnis Di Indonesia
Ketua Umum DPP ASPPHAMI Boyke Arie Pahlevi menyampaikan, persaingan usaha pest control (pengendalian hama) di Indonesia saat ini bukan hanya sebatas pada bagaimana mendapatkan pasar, tetapi sudah pada tingkat persaingan sistem integrasi digital.
“Pemain besar pest control di Indonesia sekarang ini sedang aktif dan memasarkan secara masif sistem digital pest control kepada pengguna jasa. Hal ini kalau tidak diantisipasi oleh pemain lokal, maka para pemain lokal dikhawatirkan akan menjadi penonton dikandang sendiri,” kata Boyke.
Dia memprediksikan, dalam waktu yang tidak cukup lama, pasar pest control akan bergeser dari pasar yang menggunakan jasa konvensional ke pasar yang menggunakan jasa pest control berbasis sistem integrasi digital.
Menurutnya, sistem integrasi digital M4 dapat membantu para pelaku usaha pest control yang mayoritas UKM untuk mengelola, mengukur dan mengembangkan bisnisnya. M4 Memudahkan alur kerja, dan dapat membantu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan otomatisasi dan optimalisasi kinerja.
Baca juga : Gandeng CTI, Pertamina Tingkatkan Kualitas Tenun Sumatera Selatan
"Kita harapkan teknologi ini bisa segera diadopsi untuk meningkatkan efisiensi dan menjadi kompetitif, serta memenuhi tantangan bisnis pengendalian hama di era digital,” papar Boyke.
CEO Datum, Davis menyampaikan bahwa saat ini Sistem Integrasi Digital M4 sudah banyak digunakan oleh perusahaan pest control di Malaysia, Singapura dan Vietnam.
“Indonesia pasar yang cukup besar untuk bisnis pest control, kami meyakini sistem integrasi digital M4 dapat diterima dengan baik dan diterapkan optimal oleh pasar pest control Indonesia,” pungkas Davis. [JAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya