Dark/Light Mode

Hipmi Puji Langkah Tegas Menteri Bahlil Atasi Masalah Tambang Di Raja Ampat

Selasa, 10 Juni 2025 15:57 WIB
Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Akbar Himawan Buchari. (Foto: HIPMI)
Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Akbar Himawan Buchari. (Foto: HIPMI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Akbar Himawan Buchari memuji Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam upaya menyelesaikan polemik pertambangan di Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Menurut Akbar, Bahlil bertindak cepat ketika mengetahui ada indikasi pelanggaran pertambangan di Raja Ampat. Usai turun ke lapangan dan melakukan kajian, Bahlil langsung membuat keputusan.

"Pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) kepada empat perusahaan tambang nikel di sana, perlu diapresiasi sebagai tindakan tegas bahwa yang salah harus diberikan sanksi," ujar Akbar dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (10/6/2025).

Baca juga : 3 Alasan Utama Pemerintah Cabut IUP 4 Perusahaan Tambang di Raja Ampat

Adapun empat perusahaan yang IUP-nya dicabut Bahlil adalah PT Anugerah Surya Pratama, PT Nurham, PT Mulia Raymond Perkasa, dan PT Kawei Sejahtera Mining.

Akbar menilai tindakan Bahlil mencabut keempat IUP perusahaan tersebut sesuai Asta Cita yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Padahal, izin yang diberikan sebelum Bahlil menjabat sebagai Menteri ESDM.

"Jadi kalau kita lihat dengan bijak, Bang Bahlil ini menteri yang sigap ketika ada sesuatu yang melanggar aturan. Karakter seperti ini tentu harus didukung untuk kemajuan rakyat Indonesia," kata Akbar.

Baca juga : Tok, Pemerintah Cabut Izin 4 Perusahaan Izin Tambang Di Raja Ampat

Terkait PT Gag Nikel, Akbar juga memandang keputusan Bahlil sudah tepat. Setelah melakukan evaluasi, tidak ada aturan yang dilanggar. Lagipula PT Gag Nikel merupakan aset negara.

"Kegiatan pertambangan perusahaan tersebut sudah sesuai Amdal. Kalau tidak ada aturan yang dilanggar, kenapa harus diperdebatkan. Terlebih, Bang Bahlil dan kementerian terkait akan mengawasi betul perkembangan perusahaan itu," tutur Akbar.

Terakhir, Akbar berpesan agar publik lebih bijak menyaring informasi yang beredar di media sosial. Khususnya, foto-foto terkait kondisi Pulau Piaynemo dan Pulau Gag di Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Baca juga : Cinta Laura, Ngarep Keajaiban Di Raja Ampat

"Dalam konferensi pers di Istana, Bang Bahlil memperlihatkan kondisi kedua pulau tersebut, dan hasilnya masih indah sebagai pusat pariwisata di Raja Ampat. Sehingga yang beredar di media sosial itu tidak benar," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.