Dark/Light Mode

Kalau Jadi Merger

Industri Asuransi BUMN Bakal Lebih Besar Dan Kuat

Jumat, 25 Juli 2025 07:05 WIB
Direktur Utama PT Reasuransi Indonesia Utama atau Indonesia Re Benny Waworuntu. (Foto: Instagram/indonesiare)
Direktur Utama PT Reasuransi Indonesia Utama atau Indonesia Re Benny Waworuntu. (Foto: Instagram/indonesiare)

 Sebelumnya 
Irvan menjelaskan, perusa­haan hasil penggabungan akan memiliki kapasitas yang lebih tinggi untuk menerima risiko pertanggungan, sekaligus me­nyatukan kelebihan dari masing-masing BUMN.

Misalnya, imbuh Irvan, ada perusahaan pelat merah yang kuat di bidang SDM, ada yang kuat di bidang digitalisasi dan sebagiannya.

“Industri asuransi yang ter­integrasi juga berpotensi me­ningkatkan kapasitas akseptasi risiko, jika dibandingkan kondisi perusahaan yang berdiri terpisah,” katanya.

Baca juga : Kemendag Dukung UMKM Lewat Lisensi Dan Waralaba

Selain itu, konsolidasi tersebut juga dapat mengurangi defisit neraca perdagangan jasa asuransi ke luar negeri. Karena risiko dan premi yang sebelumnya dibayarkan ke luar negeri, nanti bisa ditahan di dalam negeri.

Irvan juga menyebut, man­faat dari konsolidasi ini, antara lain, efisiensi biaya operasional melalui skala ekonomi, serta rasionalisasi jumlah karyawan dan manajemen.

Sementara sisi negatifnya, dengan berkurangnya jumlah perusahaan asuransi BUMN, maka tingkat kompetisi dalam memberikan pelayanan terbaik akan menurun. Yang pada akhirnya juga mengurangi pilihan bagi konsumen.

Baca juga : Sosialisasi Bebas Bayar PBB Harus Digencarkan

Untuk itu, Irvan mengusul­kan dilakukan duopoli. Yakni, ada dua perusahaan BUMN yang dapat bersaing satu sama lain memberikan pelayanan akseptasi risiko. Dan melebur perusahaan asuransi yang kecil dan kurang efisien ke dalam pe­rusahaan yang lebih sehat.

Meski membawa banyak man­faat, Irvan mengingatkan, bahwa aksi merger juga menghadapi tan­tangan. Terutama, dalam hal pe­nyatuan kultur perusahaan yang berbeda-beda menjadi satu kultur baru yang solid dan produktif.

Sebelumnya, Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria mengatakan, Danantara ingin mengkonsolidasikan bisnis BUMN di sektor logistik dan asuransi.

Baca juga : Nathalie Holscher, Video Parodi Hamil Berujung Black List

Langkah ini untuk memperkuat kapasitas usaha dan meningkatkan daya saing perusa­haan pelat merah.

“Ke-16 perusahaan asuransi BUMN saat ini memiliki skala usaha kecil dan tidak mampu bersaing,” sebut Dony di Ja­karta, Rabu (18/6/2025).

Dony memastikan, Danantara telah meninjau ulang fondasi bisnis perusahaan BUMN dan mulai melaksanakan konsoli­dasi. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.