Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kalau Jadi Merger
Industri Asuransi BUMN Bakal Lebih Besar Dan Kuat
Jumat, 25 Juli 2025 07:05 WIB
Sebelumnya
Irvan menjelaskan, perusahaan hasil penggabungan akan memiliki kapasitas yang lebih tinggi untuk menerima risiko pertanggungan, sekaligus menyatukan kelebihan dari masing-masing BUMN.
Misalnya, imbuh Irvan, ada perusahaan pelat merah yang kuat di bidang SDM, ada yang kuat di bidang digitalisasi dan sebagiannya.
“Industri asuransi yang terintegrasi juga berpotensi meningkatkan kapasitas akseptasi risiko, jika dibandingkan kondisi perusahaan yang berdiri terpisah,” katanya.
Baca juga : Kemendag Dukung UMKM Lewat Lisensi Dan Waralaba
Selain itu, konsolidasi tersebut juga dapat mengurangi defisit neraca perdagangan jasa asuransi ke luar negeri. Karena risiko dan premi yang sebelumnya dibayarkan ke luar negeri, nanti bisa ditahan di dalam negeri.
Irvan juga menyebut, manfaat dari konsolidasi ini, antara lain, efisiensi biaya operasional melalui skala ekonomi, serta rasionalisasi jumlah karyawan dan manajemen.
Sementara sisi negatifnya, dengan berkurangnya jumlah perusahaan asuransi BUMN, maka tingkat kompetisi dalam memberikan pelayanan terbaik akan menurun. Yang pada akhirnya juga mengurangi pilihan bagi konsumen.
Baca juga : Sosialisasi Bebas Bayar PBB Harus Digencarkan
Untuk itu, Irvan mengusulkan dilakukan duopoli. Yakni, ada dua perusahaan BUMN yang dapat bersaing satu sama lain memberikan pelayanan akseptasi risiko. Dan melebur perusahaan asuransi yang kecil dan kurang efisien ke dalam perusahaan yang lebih sehat.
Meski membawa banyak manfaat, Irvan mengingatkan, bahwa aksi merger juga menghadapi tantangan. Terutama, dalam hal penyatuan kultur perusahaan yang berbeda-beda menjadi satu kultur baru yang solid dan produktif.
Sebelumnya, Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria mengatakan, Danantara ingin mengkonsolidasikan bisnis BUMN di sektor logistik dan asuransi.
Baca juga : Nathalie Holscher, Video Parodi Hamil Berujung Black List
Langkah ini untuk memperkuat kapasitas usaha dan meningkatkan daya saing perusahaan pelat merah.
“Ke-16 perusahaan asuransi BUMN saat ini memiliki skala usaha kecil dan tidak mampu bersaing,” sebut Dony di Jakarta, Rabu (18/6/2025).
Dony memastikan, Danantara telah meninjau ulang fondasi bisnis perusahaan BUMN dan mulai melaksanakan konsolidasi. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya