Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Mentan Syahrul Yasin Limpo selalu menggaungkan Program Gerakan Tiga kali Lipat Ekspor Produk Pertanian atau Gratieks. Gratieks menjadi gerakan terukur, terencana, terkonsepsi dan mampu dijangkau secara realistis.
Mendukung realisasi hal tersebut, Direktorat Jenderal Hortikultura terus menggenjot potensi-potensi komoditasnya. Tidak hanya sayur dan buah-buahan, komoditas tanaman obat juga mampu bersaing ekspor.
Baca juga : Kemenperin Siap Cetak 2000 Pelaku Industri Kreatif
Kunyit menjadi salah satu primadona tanaman obat yang banyak dikembangkan di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, khususnya Kabupaten Ponorogo. CV Berkah Jaya tengah siapkan pelepasan 110 ton kunyit ke India. Perusahaan ini bergerak di bidang ekspor tanaman obat seperti gingseng, kunyit, dan lengkuas. CV Berkah Jaya bekerja sama dengan petani mitra dan rutin melakukan ekspor sejak 2017.
Kunyit yang diekspor berasal dari petani mitra dan non mitra di daerah Kediri, Pacitan, Trenggalek, dan Wonogiri. Kunyit yang diekspor dalam bentuk kering dan memiliki kandungan curcumin minimal 4 persen.
Baca juga : Program Badai Emas 2, Pegadaian Hujani Nasabah Dengan Hadiah
Direktur Utama Berkah Jaya, Gigih, menjelaskan bahwa perusahaannya rutin ekspor ke negara yang terkenal dengan julukan negara anak benua tersebut. "Tahun 2017 kami ekspor 100 ton kunyit kering. Pada 2018 volumenya meningkat hingga 1.100 ton per tahun. Tahun ini ditargetkan 1.000 ton," ujar Gigih.
Gigih menyebutkan, ekspor dilakukan sebanyak 10 kali pengiriman. Sekali kirim volumenya 100-110 atau 5 kontainer dengan nilai ekspornya mencapai Rp 1,8 miliar. “Untuk tahun ini rencananya pengiriman perdana akan kami lakukan minggu pertama Februari dan berlanjut hingga Desember mendatang,” sambung Gigih.
Baca juga : Garuda dan Sriwijaya Cerai, BKS Panggil Keduanya Hari Ini
Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, sangat bangga dan mendukung kinerja ekspor CV Berkah Jaya. “Saya sangat bangga atas hal ini. Ternyata produk-produk tanaman obat kita diminati oleh negara lain. Saya berharap CV Berkah Jaya bisa terus meningkatkan volume ekspor dan memperluas jaringan pasarnya untuk medukung Gratieks,” ujar Prihasto.
Prihasto juga berharap petani terus gigih meningkatkan hasil produksinya termasuk menerapkan teknologi terbaru. “Di sisi on farm saya juga berharap agar petani tanaman obat semakin semangat dalam berbudidaya. Kemudian juga mau dan mampu menerapkan teknologi-teknologi modern untuk meningkatkan produksi, produktivitas dan saya saing produknya,” tutup Anton. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya