Dark/Light Mode

Obi dan Dairi Tunjukkan Jurus Tambang Ramah Lingkungan

Senin, 11 Agustus 2025 21:44 WIB
Environment Marine Manager Harita Nickel Windy Prayogo (kiri) dan Government & Media Relations Manager PT Dairi Prima Mineral Baiq Idayani (tengah).
Environment Marine Manager Harita Nickel Windy Prayogo (kiri) dan Government & Media Relations Manager PT Dairi Prima Mineral Baiq Idayani (tengah).

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah tuntutan global dan aturan ketat pemerintah, Harita Nickel di Pulau Obi dan Dairi Prima Mineral di Sumatera Utara memamerkan strategi tambang berkelanjutan. Dari pemantauan kualitas air secara real-time hingga kolam sedimen jumbo setara 500 kolam renang olimpiade, semua demi memastikan alam tetap terjaga.

Hujan deras menyelimuti Kinasih Resort and Conference, Bogor, Sabtu (9/8/2025) sore. Di salah satu ruang pertemuan yang hangat, para editor dan jurnalis sektor energi berkumpul mengikuti Energy & Mining Editor Society (E2S) Retreat 2025 bertema “Collaboration to Advance The ESDM Sector”.

Di forum ini, para pelaku industri tambang memaparkan bagaimana praktik pertambangan kini tak lagi identik dengan citra negatif. Kombinasi aturan ketat pemerintah dan tuntutan global untuk menerapkan praktik tambang berkelanjutan menjadikan Good Mining Practice bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban.

Perusahaan tambang harus melalui proses panjang untuk membuktikan bahwa operasinya ramah lingkungan sekaligus bertanggung jawab sosial.

Baca juga : PHE Gaspol Wujudkan Asta Cita, Migas Aman, Lingkungan Jalan Terus

Salah satunya Harita Nickel. Perusahaan ini mengoperasikan tambang dan bongkar muat nikel di Pulau Obi, Maluku Utara — lokasi yang berdekatan dengan laut. Kesadaran menjaga lingkungan laut menjadi prioritas utama.

“Untuk memastikan air tambang dan air sisa hasil pengolahan memenuhi standar baku mutu yang ditetapkan, Harita Nickel menerapkan sistem pemantauan kualitas air secara berkala. Sistem ini mengacu pada SPARING (Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah Industri Secara Terus Menerus dan Dalam Jaringan) dari Kementerian Lingkungan Hidup,” jelas Environment Marine Manager Harita Nickel Windy Prayogo.

Windy menambahkan, pengelolaan limbah cair terkoneksi langsung dengan Kementerian Lingkungan Hidup secara online melalui instrumen SPARING. Selain itu, kualitas air juga diuji secara berkala di laboratorium independen terakreditasi.

Ke depan, Harita akan terus mengembangkan inovasi pengelolaan air yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) dan ke-13 (Penanganan Perubahan Iklim).

Baca juga : LPKR Genjot Bangunan Hijau Dan Efisiensi Material Ramah Lingkungan

Di Pulau Obi, Harita mengendalikan sedimen secara efektif melalui lebih dari 52 kolam sedimentasi di area Izin Usaha Pertambangan PT Trimegah Bangun Persada (TBP) dan PT Gane Permai Sentosa (GPS). Kolam ini dirancang untuk menahan partikel sedimen sebelum air dilepaskan ke lingkungan.

“Ukuran kolam sedimen lebih dari 500 ukuran kolam renang olimpiade,” ujar Windy.

Sementara itu, PT Dairi Prima Mineral juga hadir berbagi pengalaman. Baiq Idayani, Government & Media Relations Manager perusahaan tersebut, menceritakan bahwa sejak mendapatkan izin penambangan seng dan timah hitam pada 1998, pihaknya selalu memprioritaskan aspek lingkungan.

“Ini menunjukkan betapa manajemen sangat memberikan perhatian khusus terhadap kepatuhan terhadap regulasi guna menjaga lingkungan di sekitar area tambang tetap terjaga,” ungkap Idayani.

Baca juga : Kilang Pertamina Tancap Gas Dukung Energi Ramah Lingkungan

Ia berharap, Dairi Prima segera mendapatkan persetujuan revisi Feasibility Study dari Kementerian ESDM, serta Addendum Kelayakan Lingkungan Hidup dari Kementerian Lingkungan Hidup.

“Kami sangat mengharapkan dukungan pemerintah daerah dan pusat termasuk dari sisi kemudahan semua perizinan untuk kegiatan konstruksi dan operasi,” kata Idayani.

Di ruang pertemuan itu, jelas terlihat bahwa wajah pertambangan Indonesia tengah berubah. Dari sekadar mengejar produksi, kini semakin banyak perusahaan yang serius merangkul prinsip keberlanjutan — demi industri yang lestari dan lingkungan yang tetap terjaga.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.