Dark/Light Mode

Semester I-2025 Kantongi Rp 1,7 Triliun

Top, Laba Bersih BTN Tumbuh Double Digit

Jumat, 29 Agustus 2025 06:35 WIB
Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Nixon LP Napitupulu (tengah) dalam konferensi pers mengenai laporan keuangan Semester I-2025 di Jakarta, Rabu (27/8/2025). (Foto: Dok. BTN)
Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Nixon LP Napitupulu (tengah) dalam konferensi pers mengenai laporan keuangan Semester I-2025 di Jakarta, Rabu (27/8/2025). (Foto: Dok. BTN)

 Sebelumnya 
Unit Usaha Syariah (UUS) atau BTN Syariah terus mencatatkan kinerja positif menjelang proses akhir pemisahan (spin-off) men­jadi Bank Umum Syariah (BUS), yang akan menjadi salah satu pemain utama di industri perbankan syariah nasional.

Pencapaian tersebut tercermin dari pertumbuhan aset sebesar 18,0 persen yoy menjadi Rp 65,56 triliun hingga akhir Juni 2025, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 55,54 triliun.

Peningkatan aset tersebut dito­pang oleh ekspansi pembiayaan yang konsisten, dengan nilai penyaluran pembiayaan menca­pai Rp 48,46 triliun. Atau naik 17,0 persen yoy dibandingkan semester I-2024 yang sebesar Rp 41,41 triliun.

Baca juga : Kontribusi Sektor Hulu Dan Hilir Migas Semakin Besar

Kepercayaan masyarakat juga terus meningkat, lanjut Nixon, terlihat dari pertumbuhan DPK yang mencapai 19,8 persen yoy menjadi Rp 55,23 triliun pada akhir paruh pertama 2025, dibandingkan Rp 46,09 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Adapun total laba bersih BTN Syariah tercatat sebesar Rp 401 miliar pada akhir Juni 2025, naik 8,3 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelum­nya yang sebesar Rp 370 miliar.

Dia mengatakan, BTN Syariah telah memasuki era baru seiring dengan proses akhir spin-off yang ditandai dengan perubahan nama menjadi Bank Syariah Nasional (BSN) melalui penggabungan dengan Bank Victoria Syariah sebagai perusahaan cangkang.

Baca juga : Proyek Normalisasi Sungai Ciliwung Akan Digeber Lagi

“Aksi korporasi yang men­jadi milestone bagi industri perbankan syariah Indonesia ini dapat terwujud atas dukungan pemegang saham, regulator dan masyarakat luas,” pungkasnya.

Terpisah, Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah mengapresiasi kinerja yang diperoleh BTN. Terutama menjelang spin-off yang ditan­dai dengan lahirnya BSN, BTN juga mencatat kinerja positif.

“Hal ini menunjukkan ke­mampuan BTN dalam mem­pertahankan dan meningkatkan profitabilitas di tengah tantangan ekonomi,” kata Piter kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca juga : Kalah Lawan Tim Divisi Empat, Setan Merah Makin Jeblok

Piter mengatakan, pertumbuhan ini sebagai bukti manajemen BTN yang efektif dalam men­jalankan strategi bisnisnya.

Dia meyakini, transformasi BTN Syariah dari UUS men­jadi BUS saat menggarap pasar KPR Syariah, bakal sesukses induknya.

“BSN akan menjadi satu-satunya pemain syariah yang fokusnya di sektor perumahan, karena tumbuh berbarengan dengan induknya. Ini menjadi bekal kuat untuk BSN ke depan,” tutup Piter. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.