Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Laporan Data BPS Terbaru
Perekonomian Bertumbuh, Kualitas Hidup Membaik
Kamis, 6 November 2025 07:50 WIB
Sebelumnya
Pemerintah juga dinilai efektif dalam kebijakan fiskal, termasuk pelaksanaan program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memberi dampak pada daya beli masyarakat.
Dengan berbagai indikator tersebut, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari 75,02 menjadi 75,90 pada triwulan III. Kenaikan ini mencerminkan peningkatan pada aspek pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
Harapan hidup saat lahir meningkat menjadi 74,47 tahun. Harapan lama sekolah naik menjadi 13,30 tahun, sedangkan rata-rata lama sekolah mencapai 9,07 tahun.
Baca juga : 50,5 Juta Orang Sudah Cek Kesehatan Gratis, 95 Persen Terdeteksi Mager Alias Malas Gerak
Dari sisi ekonomi, pendapatan riil per kapita juga naik seiring stabilnya inflasi dan daya beli masyarakat. Pengeluaran riil per kapita disesuaikan dengan harga konstan 2012 dan paritas daya beli nasional.
Pasar tenaga kerja pun menunjukkan tren positif. Edy mengatakan, jumlah penduduk bekerja pada Agustus 2025 mencapai 146,54 juta orang, naik 1,9 juta orang dibanding setahun sebelumnya.
Sektor industri manufaktur menjadi penyerap tenaga kerja terbesar kedua setelah pertanian. Kontribusi manufaktur mencapai 13,86 persen dari total tenaga kerja, sementara pertanian menyerap 28,15 persen.
Baca juga : Ada Jejak Indonesia Di Australian War Memorial Museum
Kabar baik lainnya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun dari 4,91 persen menjadi 4,85 persen. “Jumlah pengangguran turun dari 7,47 juta menjadi 7,46 juta orang,” kata Edy.
Sementara, Global Chief Economist Juwai IQI, Shan Saeed mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,04 persen secara tahunan dan 1,43 persen secara kuartalan mencerminkan ekspansi yang tangguh dan menyeluruh. “Indonesia sedang menunjukkan stabilitas struktural yang jarang dimiliki negara berkembang lain di kawasan,” ujarnya.
Saeed memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 berada di kisaran 5,0–5,8 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi jangkar ketenangan makroekonomi di kawasan ASEAN, berkat kombinasi kebijakan fiskal dan moneter yang disiplin serta fundamental domestik yang kuat.
Sedangkan, Ekonom NEXT Indonesia, Christiantoko menilai, salah satu penyumbang utama pertumbuhan ekonomi adalah kinerja ekspor. Pada triwulan III-2025, pertumbuhan ekspor mencapai 9,91 persen. Tingginya pertumbuhan ekspor tersebut turut mendukung kinerja ekspor bersih yang mencapai sekitar 57,75 persen. Ini tertinggi dalam lima tahun terakhir atau sejak 2020.
Menurutnya, kinerja ekspor yang positif ini sekaligus menepis kekhawatiran publik terkait kenaikan tarif ekspor ke Amerika Serikat. “Selama ini, akibat adanya tarif resiprokal yang diberlakukan oleh Amerika, muncul kekhawatiran akan menekan kinerja ekspor Indonesia,” ungkap Christiantoko. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya