Dark/Light Mode

Gaspol Pemulihan Garuda Indonesia

Tekad Danantara Pesawat Grounded Mengudara Lagi

Sabtu, 15 November 2025 06:35 WIB
Managing Director Danantara Rohan Hafas (kiri), Managing Director Business 3 Danantara Febriany Eddy (tengah) dan Senior Vice President Public Affairs Danantara Indonesia Michael Reza Say saat berbincang dengan media mengenai pemulihan Garuda Indonesia di acara coffee morning di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (14/11/2025). (Foto: BCG/RM)
Managing Director Danantara Rohan Hafas (kiri), Managing Director Business 3 Danantara Febriany Eddy (tengah) dan Senior Vice President Public Affairs Danantara Indonesia Michael Reza Say saat berbincang dengan media mengenai pemulihan Garuda Indonesia di acara coffee morning di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (14/11/2025). (Foto: BCG/RM)

 Sebelumnya 
Febriany menambahkan, ekuitas Garuda yang sehat secara konsolidasi adalah syarat agar operasional kembali normal. Setelah dana masuk, Danantara tidak berhenti hanya memberikan pembiayaan, tetapi ikut mengawal prosesnya dari dekat. “Ini day one. Kita akan bekerja bersama manajemen Garuda,” katanya. 

Febriany juga menyoroti pentingnya transformasi kepemimpinan. Menurut dia, perubahan hanya akan berjalan jika dimulai dari pucuk pimpinan. Direktur Utama Garuda Gelnny H Kairupan menurutnya menunjukkan komitmen luar biasa. “Beliau bilang, ‘Bu, saya bersedia mati demi NKRI.’ Saya sendiri terkejut mendengar komitmen beliau. Dan artinya ini sudah tak perlu ditanyakan lagi,” ujarnya. 

Glenny kemudian menunjuk Thomas sebagai wakilnya, sosok yang dinilai humble, rajin bekerja, dan cepat belajar. Dua praktisi aviasi berpengalaman, Neil Raymond Mills (Direktur Transformasi) dan Balagopal Kunduvaraikut (Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko) bergabung memperkuat jajaran transformasi. 

Baca juga : Industri Sawit Jadi Motor Penggerak Ekonomi Hijau

Sementara talenta-talenta muda internal seperti Reza Aulia Hakim (Direktur Niaga), Dani Haikal Iriawan (Direktur Operasi), Mukhtaris (Direktur Teknik), dan Eksitarino Irianto (Direktur Human Capital & Corporate Service) diberi mandat penting untuk menghindari ketergantungan pada “Garuda Way” yang selama ini membuat referensi pengelolaan kurang beragam. 

Febriany menekankan pentingnya coaching dari para expert untuk mengembangkan pemimpin muda dari dalam Garuda: “Bala dan Rino sudah dikasih tugas coaching. Harapannya muncul pemimpin Garuda dari generasi muda,” cetusnya. 

Menurut Febriany, transformasi Garuda adalah transformasi budaya. Pemimpin harus memberikan contoh, bukan sekadar instruksi. Ia menekankan Danantara sudah meminta agar mengurangi gimik dan seremoni yang tidak perlu. “Karena saat ini seluruh energi harus diarahkan pada kerja nyata,” ujarnya. 

Baca juga : Anggota DPRD Pilih Walk Out Dari Sidang

Di saat yang sama, Febriany menjabarkan empat dimensi transformasi yang kini sedang dikejar. Empat dimensi itu adalah layanan, bisnis, operasional, dan teknologi. Untuk layanan, Danantara ingin mengembalikan standar full service Garuda yang dulu dikenal unggul, mulai dari cara awak kabin melayani penumpang hingga pembaruan hiburan di pesawat dan penyajian makanan. “Layanannya harus top notch. Dulu kru Garuda sampai menunduk agar bisa eye to eye dengan penumpang,” ujarnya. 

Di aspek operasional, fokus terbesar tetap pada keselamatan, ketepatan waktu, dan RTS. Garuda juga didorong memperbaiki sistem teknologi yang dinilai masih tertinggal dan terpecah-pecah. Ketergantungan pada agen tiket yang menimbulkan komisi besar akan dikurangi untuk memperkuat pendapatan langsung maskapai. 

Febriany berharap media membantu menjaga narasi positif demi keberhasilan proses transformasi. Ia menekankan bahwa ekspansi bukan fokus saat ini. Dengan antrean pemesanan pesawat global yang mencapai 7–10 tahun, pembenahan fondasi menjadi prioritas. “Get the basics right. Fondasinya beres dulu, baru bicara ekspansi,” katanya. 

Baca juga : Eks Pejabat MA Zarof Ricar Segera Dieksekusi Kejagung

Danantara menargetkan Garuda mulai kembali normal pada akhir tahun depan. Setelah itu barulah rencana-rencana jangka panjang, termasuk ekspansi armada dan rute, bisa dibahas. “Kalau sekarang saya bicara ekspansi, Anda pasti tidak percaya. Jadi fokus dulu pada kerja besar tahun ini. Pesawat terbang, layanan pulih, bisnis disiplin. Baru setelah itu bicara masa depan,” pungkasnya. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.