Dark/Light Mode

Melalui JETP, Indonesia Dipercaya Dunia 

Dana Transisi Energi Naik Jadi 356,8 Triliun

Sabtu, 6 Desember 2025 06:35 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (ketiga kiri, depan) menyampaikan keterangan terkait perkembangan Just Energy Transition Partnership (JETP) Indonesia di Jakarta, Jumat (5/12/2025). (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (ketiga kiri, depan) menyampaikan keterangan terkait perkembangan Just Energy Transition Partnership (JETP) Indonesia di Jakarta, Jumat (5/12/2025). (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

 Sebelumnya 
Pendanaan sekitar 21,4 miliar dolar AS ini merupakan peluang besar untuk mempercepat proyek-proyek hijau. 

“Ini proyek komitmen yang besar. Karena itu, dengan ketersediaan 21,4 miliar dolar AS adalah dana yang besar. Tergantung kepada Indonesia dan lintas kementerian untuk mengakselerasikan,” jelasnya. 

Indonesia menargetkan pencapaian Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060. Target pengurangan emisi yang ditetapkan adalah 31,89 persen secara mandiri dan hingga 43 persen dengan dukungan internasional pada tahun 2030. 

Baca juga : Perekonomian Indonesia 2026 Membaik, BSI Ramal Keuangan Syariah Makin Cerah

Untuk mendukung pencapaian target ini, Pemerintah telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Transisi Energi dan Ekonomi Hijau berdasarkan Keputusan Menko Perekonomian Nomor 141 Tahun 2025. 

Satgas ini memiliki empat kelompok kerja, meliputi energi hijau, industri hijau, kemitraan dan investasi hijau, serta pengembangan sosial, ekonomi dan sumber daya manusia. 

Sebagai informasi, JETP merupakan komitmen Pemerintah Indonesia mendorong transisi energi yang adil dan berkelanjutan. 

Baca juga : Tetap Beraktivitas, Warga Pesisir Jakarta Sudah Terbiasa Diterjang Banjir Rob

JETP didirikan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada 2022, sebagai bagian dari kemitraan antara Pemerintah Indonesia dengan IPG GFANZ. Kemitraan ini memperkuat transisi energi dengan dukungan internasional. 

Pemerintah Kanada, Denmark, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Norwegia, Inggris dan Uni Eropa membentuk IPG yang berkomitmen untuk mendukung JETP Indonesia melalui pendanaan pembangunan. 

Selanjutnya, IPG tersebut bekerja sama dengan GFANZ yang merupakan koalisi global, terdiri dari lembaga-lembaga keuangan terkemuka. Pada awal tahun 2025, Jerman mengambil alih kepemimpinan IPG di JETP Indonesia bersama Jepang. 

Baca juga : Taksiran Harga Sedang Dilakukan, Kejagung Siap Lelang Asetnya Sandra Dewi

Melalui kelompok kerja yang dibentuk oleh GFANZ, lembaga keuangan terkemuka seperti Standard Chartered, berkomitmen memobilisasi pendanaan swasta dan memfasilitasi investasi guna mendukung transisi energi Indonesia bersama dengan IPG. [DIR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.