Dark/Light Mode

Asetnya Tembus Rp 1.028 Triliun, Pengembangan Bank Syariah On The Track

Jumat, 19 Desember 2025 06:30 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae. (Foto: Dok. OJK)
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae. (Foto: Dok. OJK)

 Sebelumnya 
 

Kinerja Emiten Syariah 

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, hingga triwulan III-2025 BSI berhasil membukukan kinerja solid dengan laba mencapai Rp 5,57 triliun. 

Pertumbuhan tersebut didorong oleh bisnis emas dan haji sebagai mesin utama perseroan. 

Baca juga : Hukuman Kerja Sosial Adil Dan Beri Efek Jera

“Kinerja solid BSI tidak lepas dari dukungan kuat Pemerintah melalui berbagai kebijakan ekonomi dan program stimulus,” ujar Anggoro dalam paparan kinerja triwulan III-2025, Rabu (29/10/2025). 

Salah satu faktor pendukung adalah penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 10 triliun yang terserap sepenuhnya. Hal ini mendorong DPK BSI mencapai Rp 348,38 triliun atau tumbuh 15,66 persen yoy. Mayoritas DPK berada pada kategori dana murah Current Account Saving Account (CASA) sebesar 59,42 persen. 

Komposisi DPK BSI terdiri atas tabungan 41,95 persen dengan outstanding Rp 146,36 triliun, giro 17,41 persen dengan outstanding Rp 60,64 triliun, dan deposito 40,58 persen dengan outstanding Rp 141,38 triliun. 

Baca juga : Gondol Piala Interkontinental, Tahun Ini Milik PSG

“Peningkatan dana ini mendorong aset BSI tumbuh 12,37 persen menjadi Rp 416 triliun,” tegas Anggoro. 

Terpisah, Direktur Syariah Banking PT Bank CIMB Niaga Tbk Pandji P. Djajanegara menyampaikan, menjelang spin-off Unit Usaha Syariah (UUS) menjadi BUS pada 1 Mei 2026, CIMB Niaga menargetkan aset syariah hingga Rp 100 triliun pada 2030. Saat ini aset CIMB Niaga Syariah sebagai UUS berada di kisaran Rp 70 triliun. 

“Secara konsolidasi, CIMB Niaga mengelola aset sekitar Rp 350 triliun-Rp 360 triliun, dengan porsi pembiayaan syariah mencapai 25 persen,” ujarnya. 

Baca juga : MotoGP, KTM RC16 Motor Terkencang 2025

Pandji menuturkan, kesiapan internal spin-off sudah cukup matang dan proses perizinan eksternal ditargetkan rampung pada Maret 2026. 

Bersamaan dengan peresmian spin-off, CIMB Niaga Syariah juga akan meluncurkan identitas merek baru, termasuk logo dan konsep cabang yang berbeda, guna memperkuat posisi sebagai bank syariah modern. 

Proses spin-off tersebut dilakukan melalui tiga jalur utama, yakni regulatory stream, business stream, dan operations stream. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.