Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
“Kalau izin Bapak Presiden, yang penting Bulog dan serapan tiga bulan ke depan aman seperti 2025, maka ekspor hampir pasti kita lakukan tahun ini,” lapor Amran kepada Presiden.
Amran memaparkan, stok CBP saat ini berada di kisaran 3,2 juta ton. Bahkan, pada pertengahan 2025, stok nasional sempat menyentuh angka 4 juta ton. Capaian ini dinilai jauh lebih baik dibandingkan masa swasembada 1984, saat Indonesia mendapat pengakuan FAO dengan stok sekitar 2 juta ton. “Ini pencapaian yang sangat signifikan,” kata Amran.
Dukungan terhadap rencana ekspor beras juga datang dari DPR. Ketua Komisi IV DPR, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), menilai ekspor beras akan memperkuat posisi Indonesia di pasar pangan global. Keberhasilan swasembada dinilainya sebagai momentum strategis untuk bertransformasi dari negara importir menjadi eksportir pangan.
Baca juga : 5 Investor Masuk, Perbankan Ritel Beroperasi, IKN Makin Diminati
“Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan untuk memberikan nilai tambah ekonomi nasional secara berkelanjutan,” kata Titiek.
Politisi Partai Gerindra itu juga mengingatkan pentingnya menjaga produktivitas dan kualitas hasil pertanian agar Indonesia mampu bersaing di pasar global. Menurutnya, mempertahankan swasembada harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas produksi.
“Mempertahankan swasembada harus diiringi kesiapan kualitas produksi agar kita kompetitif dan berkelanjutan,” tegasnya.
Baca juga : Bhima Yudhistira: Utang Naik Karena Daya Beli Merosot
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Pemerintah Malaysia telah menyampaikan permintaan agar Indonesia mengekspor beras ke negaranya. Menurut Prasetyo, Indonesia terbuka membantu negara sahabat sepanjang kemampuan dalam negeri mencukupi.
“Kalau ada negara sahabat yang belum berhasil memenuhi kebutuhan berasnya dan kita sanggup, tentu akan kita bantu. Salah satunya Malaysia,” ujar Prasetyo.
Meski demikian, Pemerintah masih melakukan kajian menyeluruh terkait kesiapan ekspor, termasuk volume dan waktu pengiriman. Namun satu hal dipastikan: Indonesia kini tak lagi sekadar cukup pangan, melainkan siap menjadi pemain penting di pasar beras regional. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya