Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pelni Logistics Targetkan Bongkar Muat 56.482 TEUs di 2026
Kamis, 15 Januari 2026 08:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT PBM Sarana Bandar Nasional (Pelni Logistics), anak usaha PT Pelni (Persero) menargetkan kinerja bongkar muat peti kemas mencapai 56.482 Twenty-foot Equivalent Unit (TEUs) sepanjang 2026.
Target tersebut sejalan dengan strategi perusahaan dalam memperkuat peran sebagai pilar konektivitas logistik maritim nasional, khususnya untuk mendukung distribusi barang antarpulau dan pemerataan ekonomi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Direktur Utama Pelni Logistics Sukendra mengatakan, target tersebut ditopang oleh penguatan bisnis captive dan non captive.
"Dari bisnis captive kapal penumpang, bongkar muat ditargetkan mencapai 20.462 TEUs. Kemudian dari bisnis non-captive sebesar 5.168 TEUs, sedangkan kapal tol laut ditargetkan 30.852 TEUs. Kami berharap ini dapat tercapai sepanjang tahun," ujar Sukendra di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Baca juga : Jude Bellingham Pasang Target Juara Di 2026
Selain peti kemas, Pelni Logistics juga menargetkan pertumbuhan signifikan pada layanan general cargo, angkutan kendaraan, dan ternak sebagai bagian dari diversifikasi portofolio bisnis.
Pada 2026, volume general cargo ditargetkan mencapai lebih dari 427 ribu ton/m³, yang berasal dari layanan bongkar muat kapal tol laut, kapal penumpang, serta pengelolaan kargo non captive.
Sementara itu, untuk angkutan kendaraan, perusahaan membidik pengelolaan sebanyak 14.464 unit, seiring meningkatnya mobilitas logistik dan distribusi kendaraan antarpulau.
Di segmen angkutan ternak, Pelni Logistics menargetkan pengangkutan mencapai 13.207 ekor ternak sepanjang 2026.
Baca juga : Kemenperin Targetkan Industri Pengolahan Tumbuh 5,51 Persen Di 2026
Layanan ini menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap ketahanan pangan nasional, khususnya dari wilayah timur Indonesia.
Dari sisi infrastruktur, Pelni Logistics terus memperkuat kapasitas depo peti kemas sebagai tulang punggung operasional. Pada 2026, perusahaan juga menargetkan pengoperasian depo container di Jakarta, Surabaya, dan Bitung dengan kapasitas tampung lebih dari 17 ribu TEUs.
Optimalisasi depo dilakukan melalui peningkatan standar layanan, digitalisasi pengelolaan, serta penambahan dan peremajaan armada container.
Sukendra menyampaikan, target operasional 2026 dirancang secara realistis namun progresif, dengan tetap mengedepankan efisiensi, tata kelola yang prudent, serta keberlanjutan bisnis.
Baca juga : Indofarma Gelar RUPSLB 2025, Targetkan Pendapatan Naik 112% Pada 2026
Ia melihat prospek pertumbuhan logistik maritim nasional masih sangat kuat.
"Karena itu, Pelni Logistics fokus pada penguatan layanan bongkar muat, pengembangan depo container, serta sinergi dengan induk usaha dan mitra strategis untuk menangkap peluang pasar," ujarnya.
Dengan jaringan 39 cabang dan 12 terminal point, serta pengalaman lebih dari tiga dekade di sektor bongkar muat dan logistik maritim, Pelni Logistics optimistis dapat terus meningkatkan kontribusi terhadap sistem logistik nasional yang efisien, andal, dan inklusif.
Selain itu, Pelni Logistics juga menargetkan pendapatan usaha 2026 sebesar Rp568,4 miliar, tumbuh 77,85 persen dibandingkan RKAP 2025, serta laba bersih Rp44,7 miliar atau tumbuh 15,18 persen dari RKAP 2025.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya