Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Meski Pemerintah Gencar Melakukan Modifikasi Cuaca
Warga DKI Diimbau Tetap Waspadai Cuaca Ekstrem
Senin, 19 Januari 2026 06:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Masyarakat diimbau tetap waspadai potensi cuaca ekstrem meskipun Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkolaborasi dengan pihak terkait gencar melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Sebab, kewaspadaan tetap diperlukan agar sigap jika terjadi bencana.
Pemprov DKI melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI berkolaborasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta TNI Angkatan Udara (TNI AU), melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca.
Upaya ini sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Baca juga : Energi MU Hantam City
OMC yang berlangsung selama lima hari, 16-20 Januari 2026, dipusatkan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, menggunakan pesawat CASA 212 A-2105 milik TNI AU.
Hari pertama OMC digelar, Jumat (16/1/2026), dengan dua sortie penerbangan, dengan total bahan semai 1.600 kilogram Natrium Klorida (NaCl) yang disebarkan di wilayah perairan Selat Sunda, untuk meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan, sehingga presipitasi ter konsentrasi di perairan.
Dalam sortie pertama yang dilaksanakan pada pukul 13.28-14.48 WIB, sebanyak 800 kilogram NaCl disemai dengan ketinggian terbang 8.000-12.000 kaki, untuk mendukung pengendalian pertumbuhan awan hujan.
Baca juga : Sabalenka Lolos Ujian Pertama Australian Open
Sortie kedua dilaksanakan pada pukul 15.40-17.30 WIB, dengan ketinggian terbang 9.000 kaki, dan jumlah bahan semai yang digunakan pada sortie ini juga sebesar 800 kilogram NaCl.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Isnawa Adji mengatakan, pelaksanaan OMC hari pertama dilakukan dengan fokus penyemaian di wilayah perairan, sebagai bagian dari strategi mitigasi dini untuk mengendalikan pertumbuhan awan hujan, sebelum bergerak menuju wilayah daratan Jakarta.
“OMC ini merupakan langkah preventif untuk mengurangi potensi hujan berintensitas tinggi yang dapat berdampak pada genangan dan banjir di Jakarta. Se luruh pelaksanaan dilakukan berdasarkan analisis meteorologi dan hasil pemantauan cuaca terkini,” ujarnya, Sabtu (17/1/2026).
Baca juga : Tak Ada Lagi Daerah Terisolir di Sumatera
Dia menyampaikan, BPBD DKI bersama BMKG dan TNI AU akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi harian selama pelaksanaan OMC, untuk menentukan waktu serta lokasi penyemaian yang paling efektif, sesuai dinamika atmosfer.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya