Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Potensi Loss 2 Juta Barel
Bahlil Sanksi Pejabat ESDM & BUMN, Imbas Pipa Bocor Sumatera
Kamis, 22 Januari 2026 16:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Energi & Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan akan menjatuhkan sanksi kepada pejabat ESDM dan BUMN, terkait insiden kebocoran pipa di Sumatera pada awal 2026, yang mengakibatkan potensi loss (kerugian) sebesar 2 juta barel.
“Betul itu adalah kecelakaan, tapi ada sebuah ketidakikhtiaran dari kami. Apa pun ceritanya, itu saya persalahkan,” kata Bahlil dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Baca juga : Usai Lawatan Luar Negeri, Prabowo Langsung Cek Penanganan Bencana Sumatera
Sekadar latar, pada 2 Januari 2026, terjadi kebocoran pipa gas milik PT TGI, pada jalur pipa Grissik—Duri di Desa Batu Ampar, Indragiri Hilir, Riau. Pipa gas tersebut mengaliri gas ke pembangkit listrik di wilayah Rokan, yang sebagian besar menopang operasi Blok Rokan milik PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
PR Menambah Produksi
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, insiden tersebut memicu
penurunan produksi Blok Rokan, dari kapasitas produksi sekitar 150.000 barel per hari (bph) menjadi sekitar 50.000—60.000 bph. Penurunan ini menimbulkan potensi kehilangan produksi sekitar 2 juta barel selama periode gangguan.
Baca juga : Bahlil Sambangi Lokasi Bencana, ESDM Gaspol Pulihkan Energi di Sumatera
"Kehilangan dalam waktu sekitar 20 hari itu mungkin sekitar 2 juta bph. Jadi, kita ada PR menambah produksi 5.000 sampai 6.000 barel per hari,” kata Laode di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Kebocoran pipa gas tersebut sudah diperbaiki sejak beberapa hari lalu. PT TGI sudah mulai kembali mengalirkan gas ke Blok Rokan secara bertahap, dan diyakini pulih secara maksimal dalam dua hari mendatang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya