Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Diprediksi Tumbuh Tinggi Tahun Ini, Industri Fintech Jadi Andalan Pelaku UMKM
Minggu, 1 Februari 2026 06:35 WIB
Sebelumnya
Sejak berdiri pada 2010, Amar tha telah menyalurkan lebih dari Rp 37 triliun modal kerja. Termasuk Rp 13,2 triliun sepanjang 2025 kepada lebih dari 3,7 juta UMKM yang tersebar di lebih dari 50 ribu desa di seluruh Indonesia.
Menurut Andi, pertumbuhan tersebut ditopang oleh pemahaman mendalam terhadap kebutuhan dan perilaku masyarakat pedesaan, serta pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) secara tepat, guna menjaga kualitas portofolio pembiayaan.
“Amartha hadir untuk mendukung UMKM agar terus tumbuh, menciptakan lapangan kerja di daerah, membangun komunitas akar rumput yang tangguh, serta meningkatkan kualitas hidup jutaan keluarga di desa,” bebernya.
Saat ini, Amartha telah mengantongi izin dompet digital dari Bank Indonesia (BI), yang semakin melengkapi ekosistem layanan keuangan digital dalam aplikasi AmarthaFin.
Baca juga : Pramono Dengarkan Keluhan Bau Sampah Di RDF Rorotan
“Pada akhir 2025, lebih dari 50 ribu pengguna telah bergabung dalam program AmarthaLink, sebagai solusi perluasan infrastruktur dan layanan digital di pedesaan,” ujarnya.
Investor Asing
Komisaris Utama Amartha Rudiantara mengatakan, sektor fintech, termasuk Amartha, masih memiliki daya tarik kuat bagi investor internasional.
Dengan model bisnis yang jelas, target pasar spesifik pada perempuan pengusaha mikro, manajemen risiko yang solid, serta penerapan tata kelola setara perusahaan publik, kinerja Amartha dinilai kuat secara fundamental.
“Kinerja tersebut tidak hanya meningkatkan kepercayaan lebih dari 30 investor nasional dan internasional, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi di level akar rumput,” kata Rudiantara di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Baca juga : Tottenham Hotspur Vs Manchester City, Cobaan Melawan Kutukan
Secara umum, kata mantan Menteri Komunikasi dan Informatika periode 2014-2019 ini, sektor fintech Indonesia masih menunjukkan daya tarik bagi investor global.
Di tengah dinamika pendanaan global, aliran investasi asing ke fintech Indonesia tercatat mencapai 549 juta dolar AS atau setara Rp 9,20 triliun pada 2024.
Selain menarik investasi, keberadaan fintech juga berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja.
Di tingkat akar rumput, Amartha mencatat UMKM mitra binaannya di desa telah membuka lebih dari 110 ribu lapangan kerja.
Baca juga : Thailand Masters 2026, Indonesia Kunci Gelar Juara Ganda Putra
“Ke depan, kepercayaan industri terhadap prospek bisnis juga tercermin dari rencana ekspansi tenaga kerja. Sebanyak 65 persen perusahaan fintech menyatakan akan menambah karyawan permanen,” tutup Rudiantara. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya