Dark/Light Mode

Strategi PHE Amankan Energi: Fokus Proyek Laut Dalam dan Migas Non-Konvensional

Selasa, 3 Februari 2026 09:38 WIB
Direktur Pengembangan & Produksi PHE, Mery Luciawaty (tengah) dalam diskusi panel Scope Upstream Excellence Forum di Jakarta, Selasa (27/1/2026). (Foto: PHE)
Direktur Pengembangan & Produksi PHE, Mery Luciawaty (tengah) dalam diskusi panel Scope Upstream Excellence Forum di Jakarta, Selasa (27/1/2026). (Foto: PHE)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memperkuat komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui pengembangan proyek laut dalam (deepwater) dan Migas Non-Konvensional (MNK).

Langkah ini diambil guna memastikan pasokan energi tetap stabil di tengah transisi menuju rendah karbon.

Direktur Pengembangan & Produksi PHE, Mery Luciawaty, menegaskan bahwa peran hulu migas tetap krusial sebagai penopang ekonomi dan stabilitas pasokan energi meskipun porsi energi baru terbarukan (EBT) terus ditingkatkan.

“Transisi energi tidak bisa menghilangkan peran migas secara instan. PHE menjadi tulang punggung dalam menjaga ketahanan energi nasional, terutama pada fase transisi menuju Net Zero Emission,” ujar Mery dalam diskusi panel Scope Upstream Excellence Forum di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Baca juga : Prabowo: Sawit Strategis untuk Kedaulatan Energi dan Ekonomi Indonesia

PHE memproyeksikan pengembangan laut dalam sebagai new frontier bagi industri hulu migas nasional. Di sisi lain, lapangan MNK dinilai menjadi peluang strategis untuk menjaga kesinambungan produksi dalam jangka panjang.

Mery menekankan pentingnya percepatan komersialisasi dari hasil temuan di lapangan agar dampaknya segera terasa pada cadangan nasional.

“Kami mendorong agar temuan eksplorasi dapat lebih cepat dikonversi menjadi proyek pengembangan yang ekonomis dan komersial, sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap produksi dan cadangan nasional,” jelasnya.

Strategi Pertumbuhan Ganda

Menghadapi tantangan perubahan iklim, PHE menerapkan dual growth strategy. Strategi ini menggabungkan optimalisasi bisnis inti migas dengan pengembangan lini bisnis rendah karbon, seperti:

Baca juga : Pancasila Sebagai Kompas Pemerintahan Daerah Dalam Mewujudkan Keadilan Sosial

* Carbon Capture Storage/Carbon Capture Utilization and Storage (CCS/CCUS)

* Hidrogen Geologi

* Dekarbonisasi operasional

“Pendekatan ini kami yakini mampu menjaga daya saing perusahaan sekaligus memberikan kontribusi terhadap target penurunan emisi nasional,” tambah Mery.

Baca juga : Dengan SAKEDAP, Perpusnas Perkuat Tata Kelola Serah Simpan Nasional

Selain fokus pada operasional, anak usaha Pertamina ini juga memperketat prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Perusahaan berkomitmen pada kebijakan Zero Tolerance on Bribery melalui penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001:2016 untuk memastikan integritas bisnis di seluruh lini hulu migas.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.