Dark/Light Mode

Kejar Pertumbuhan 5,6 Persen, Ekonomi Indonesia Lampaui AS-China

Rabu, 11 Februari 2026 07:50 WIB
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung. (Foto: Dok. Kemenkeu)
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung. (Foto: Dok. Kemenkeu)

 Sebelumnya 
Selain itu, Pemerintah perlu mendorong investasi swasta domestik yang produktif. Tidak hanya mengandalkan penanaman modal asing berbasis komoditas. Fokus investasi perlu diarahkan ke industri antara, agroindustri, dan penguatan rantai pasok domestik. 

Rizal juga menyoroti pentingnya transformasi ekspor ke arah manufaktur dan jasa modern. Ketergantungan pada komoditas membuat pertumbuhan ekonomi rentan terhadap fluktuasi harga global. 

“Ketika harga batu bara dan nikel melemah, pertumbuhan langsung tertahan. Tanpa transformasi manufaktur dan ekspor bernilai tambah, pertumbuhan ekonomi 2026 tak akan melesat,” ujarnya. 

Baca juga : Badan Perdamaian Bentukan Trump Belum Ada Taringnya

Sementara itu, Founder and Chairman CT Corp Chairul Tanjung yakin Indonesia punya peluang besar mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen dalam beberapa tahun ke depan. Target tersebut dinilai bukan hal mustahil. 

Indonesia, kata CT, pernah mencatat pertumbuhan 8,22 persen pada 1995, yang didorong oleh konsumsi rumah tangga sebesar 12,58 persen dan investasi hingga 13,99 persen. 

Saat ini, pertumbuhan konsumsi rumah tangga baru berada di level 4,98 persen dan investasi 5,09 persen. Alhasil, pertumbuhan ekonomi rata-rata hanya 5,11 persen. 

Baca juga : Dahnil Anzar Simanjuntak: Justru Ada Kepastian Buat Jemaah Dan Pelaku Usaha

“Saya katakan bisa. Cuma ada caranya yang harus dilakukan untuk kita bisa tumbuh 8 persen,” ujar CT dalam acara CNBC Economic Outlook 2026 di Jakarta Pusat, Selasa (10/2). 

Menurut CT, Indonesia perlu melakukan transformasi di sektor pertanian dan industri dengan dukungan inovasi dan teknologi. 

“Kita perlu berkembang dari sektor pertanian menuju industri, menuju knowledge-based economy dan science-based economy,” sarannya. 

Baca juga : Dr. Firman Candra: Ini Bisa Menimbulkan Ketidakpastian Hukum

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menambahkan, kebangkitan sektor riil dan investasi menjadi kunci pertumbuhan ekonomi. Namun, sektor riil termasuk industri manufaktur, masih tumbuh di bawah rata-rata nasional. [MEN/FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.