Dark/Light Mode

Hadiri Wisuda Sarjana UI, Bamsoet Optimis Pertumbuhan Ekonomi Lampaui Target

Minggu, 15 Februari 2026 09:17 WIB
Anggota DPR Bambang Soesatyo menghadiri Wisuda Sarjana puterinya, Belliza Shintya Putri, di Universitas Indonesia, Sabtu (14/2/2026). (Foto: Dok. Bamsoet)
Anggota DPR Bambang Soesatyo menghadiri Wisuda Sarjana puterinya, Belliza Shintya Putri, di Universitas Indonesia, Sabtu (14/2/2026). (Foto: Dok. Bamsoet)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota DPR Fraksi Partai Golkar sekaligus Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Politik, Pertahanan & Keamanan Kadin Indonesia, Bambang Soesatyo, menghadiri Wisuda Sarjana puterinya, Belliza Shintya Putri, di Universitas Indonesia (UI), Sabtu (14/2/2026). Dalam wisuda ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan orasi ilmiah.

Bamsoet, sapaan akrab Bambang, mengaku sejalan dengan yang disampaikan Purbaya dalam orasi ilmiah wisuda itu yang meyakini ekonomi Indonesia bisa menembus 8 persen. Dia juga optimistis, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 bisa mencapai angka 5,6 persen. Menurutnya, sinyal-sinyal penguatan ekonomi sudah terlihat dari stabilitas makro yang terjaga, konsumsi domestik yang tetap kuat, serta geliat investasi di sektor hilirisasi dan industri manufaktur berbasis nilai tambah.

Baca juga : Pariwisata Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

"Dengan konsolidasi fiskal yang sehat, defisit terjaga, serta rasio utang terhadap PDB yang relatif terkendali di kisaran 38–39 persen, ruang pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sangat terbuka,” ujar Bamsoet.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) menyampaikan orasi ilmiah dalam wisuda UI.

Ketua DPR ke-20 dan Ketua MPR ke-15 ini menuturkan, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 berada di kisaran 5 persen lebih, dengan konsumsi rumah tangga menyumbang lebih dari separuh produk domestik bruto. Investasi tumbuh stabil, terutama di sektor pengolahan mineral, industri kendaraan listrik, serta pembangunan kawasan industri baru di luar Jawa. Neraca perdagangan tetap surplus, memperkuat cadangan devisa dan menopang stabilitas nilai tukar.

Baca juga : Kejar Pertumbuhan 5,6 Persen, Ekonomi Indonesia Lampaui AS-China

“Kalau kita mampu menjaga tren pertumbuhan di atas 5 persen dan secara bertahap meningkatkan produktivitas industri, angka 8 persen menjadi target yang masuk akal. Kita memiliki bonus demografi, sumber daya alam melimpah, dan pasar domestik yang besar. Tinggal bagaimana kebijakan terus konsisten dan berpihak pada pertumbuhan jangka panjang,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini memaparkan dari sisi moneter, Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2026 tetap solid dengan inflasi terkendali dalam kisaran target. Stabilitas harga dan nilai tukar memberi ruang bagi dunia usaha untuk berekspansi. Pemerintah juga terus mempercepat hilirisasi melalui koordinasi lintas kementerian, termasuk di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, guna memastikan transformasi ekonomi berjalan terstruktur.

Baca juga : BI DKI: Strong Leadership Ala Pramono Dukung Pertumbuhan Ekonomi Jakarta

Bamsoet menekankan, pertumbuhan 8 persen harus berkualitas dan merata. Industri berkembang, lapangan kerja terbuka luas, daya beli masyarakat meningkat, dan daerah-daerah ikut menikmati hasil pembangunan.

"Dengan arah kebijakan yang jelas dan dukungan seluruh elemen bangsa, saya yakin Indonesia bisa memasuki fase take off menuju ekonomi maju,” pungkas Bamsoet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.