Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bos Bulog Sidak Ke Pasar, Stok Pangan Mencukupi Dan Harga Relatif Stabil
Senin, 23 Februari 2026 06:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketersediaan bahan pangan pokok cukup dan harganya relatif stabil di awal bulan Ramadan. Khususnya, beras dan minyak goreng MinyaKita. Perum Bulog mematok kondisi ini terjaga hingga hari raya Idul Fitri.
Informasi itu disampaikan Direktur Utama Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani saat melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke dua pasar di Jakarta, yaitu Pasar Minggu dan Pasar Jatinegara, pada Jumat (20/2/2026).
Rizal mengatakan, pihaknya melakukan sidak fokus pada komoditas strategis beras dan minyak goreng MinyaKita. Karena, dua komoditas ini prioritas pihaknya untuk mengendalikan stok dan harganya.
Meski demikian, pihaknya juga memantau komoditas lain, seperti cabe bawang, tepung terigu, daging dan gula. Berdasarkan hasil pemantauan di dua pasar tersebut, menurutnya, secara umum stok bahan pokok tersedia dalam jumlah cukup dan harga relatif stabil.
Baca juga : Pram Bakal Tindak Tegas Usaha Langgar Peraturan
Rizal menyampaikan, Pemerintah menugaskan Bulog untuk mendistribusikan MinyaKita, sesuai ketentuan terbaru Pemerintah terkait skema Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 35 persen.
Artinya, penyaluran minyak goreng ini kini dilakukan langsung oleh BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Pangan, termasuk Bulog, tanpa melalui distributor.
“Tujuannya agar distribusi lebih terkendali dan efisien,” katanya.
Karena itu, pihaknya mulai menyalurkan MinyaKita secara langsung sejak 1 Januari 2026. Saat ini, stok yang disiapkan mencapai 30.000 kiloliter (kl) per bulan.
Baca juga : Bergaya Napi, Juve Dipermak Como
Namun demikian, lanjut Rizal, sejumlah pedagang mengungkapkan ada keterbatasan stok MinyaKita. Hal tersebut, menurutnya, terjadi karena skema distribusi MinyaKita harus dibagi merata, agar seluruh pelaku usaha memperoleh jatah.
Khusus menjelang Lebaran, Rizal memastikan stok MinyaKita akan ditingkatkan hingga 70.000 kl.
“Ini (penambahan stok) untuk mengantisipasi lonjakan permintaan,” akunya.
Ia memastikan, MinyaKita akan disalurkan langsung dari gudang Bulog ke pasar-pasar SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok), dengan harga Rp 14.500 per liter dari gudang dan dijual kepada masyarakat sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp 15.700 per liter.
Baca juga : Top, Alcaraz Samai Rekor Andy Murray
Skema ini, sambung dia, mem berikan margin yang wajar bagi pengecer, sekaligus menjaga harga tetap stabil di tingkat konsumen.
“Harapannya, masih ada spare (margin) angka Rp 1.200, saya kira cukup untuk keuntungan para pengecer di lapangan dengan harga Rp 15.700,” katanya.
Sementara komoditas beras baik medium maupun premium, harga di lapangan juga masih sesuai ketentuan Pemerintah. HET beras medium berada di angka Rp 13.500 per kilogram (kg), beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) Rp 12.500 per kg dan beras premium Rp14.900 per kg.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya