Dark/Light Mode

Tunda Impor 105 Ribu Mobil Pick Up Dari India, Purbaya Seirama Dengan Dasco

Rabu, 25 Februari 2026 08:00 WIB
Ilustrasi, mobil pick up asal India. (Foto: Facebook/Mahindra Indonesia)
Ilustrasi, mobil pick up asal India. (Foto: Facebook/Mahindra Indonesia)

 Sebelumnya 
Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan agar seluruh proses pengadaan mematuhi aturan dan prosedur yang berlaku guna mencegah tindak pidana korupsi. 

“KPK mengimbau agar setiap pengadaan barang dan jasa dalam menjalankan program pemerintah dilakukan secara taat prosedur untuk memitigasi adanya penyimpangan,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Selasa (24/2/2026). 

Budi juga menyoroti pentingnya kesesuaian antara spesifikasi kendaraan yang dibeli dengan kebutuhan riil di lapangan untuk menutup celah kecurangan. “Harus sesuai dengan kebutuhan untuk mencegah praktik pengondisian barang ataupun penyuplai,” tegasnya. 

Baca juga : Mandek Bertahun-tahun, Blok Masela Diberesin Purbaya

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta agar rencana impor mobil pick up dari India tersebut ditunda. 

“Saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk ditunda dulu,” kata Dasco di Jakarta, Senin (23/2/2026). 

Ketua Harian Partai Gerindra itu menilai impor tersebut perlu dibahas secara mendalam sambil menunggu Presiden Prabowo Subianto kembali ke Tanah Air. 

Siap Ikuti Arahan DPR & Pemerintah 

Baca juga : Lawan KPK Di Praperadilan, Yaqut Dikawal Banser

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa menegaskan, pihaknya akan mengikuti arahan DPR dan pemerintah terkait rencana impor 105.000 unit mobil pick up dari India. 

“Saya pasti taat dan setia kepada DPR dan pemerintah, bukan kepada kelompok tertentu yang menolak. Seratus persen saya loyal kepada rakyat dan pemerintah,” kata Joao dalam konferensi pers di Yodya Tower, Jakarta Timur, Selasa (24/2/2026). 

Menurut Joao, proses pengadaan sejauh ini masih berjalan dan belum ada keputusan untuk menunda atau membatalkan. Namun, ia menegaskan akan mematuhi keputusan pemerintah dan DPR apabila impor tersebut dihentikan. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.