Dark/Light Mode

Tunda Impor 105 Ribu Mobil Pick Up Dari India, Purbaya Seirama Dengan Dasco

Rabu, 25 Februari 2026 08:00 WIB
Ilustrasi, mobil pick up asal India. (Foto: Facebook/Mahindra Indonesia)
Ilustrasi, mobil pick up asal India. (Foto: Facebook/Mahindra Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa sependapat dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang mengusulkan agar impor 105.000 unit mobil pick up dari India ditunda. 

“Kami ikuti Pak Dasco,” kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (24/2/2026). 

Ia mendukung agar kebutuhan kendaraan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dipenuhi oleh industri dalam negeri. Purbaya meyakini Presiden Prabowo Subianto juga memiliki tujuan untuk mendorong penguatan industri nasional. 

Baca juga : Mandek Bertahun-tahun, Blok Masela Diberesin Purbaya

Sebelumnya, untuk mendukung operasional KDKMP, pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara berencana mengimpor 105.000 unit mobil pick up dari India. Nilai total pengadaan tersebut mencapai Rp 24,66 triliun. 

Rinciannya, sebanyak 35.000 unit Scorpio 4x4 dari Mahindra & Mahindra (M&M), 35.000 unit pikap 4x4 Yodha dari Tata Motors, serta 35.000 unit Ultra T.7 Light Truck roda enam dari Tata Motors. 

“Kalau Presiden tujuannya menggalakkan industri dalam negeri, saya pikir posisinya jelas dalam hal ini,” ujarnya. 

Baca juga : Lawan KPK Di Praperadilan, Yaqut Dikawal Banser

Purbaya menambahkan, pengadaan tersebut dipastikan tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Selama ini, pembiayaan KDKMP bersumber dari pinjaman perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta dana desa. 

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Putu Juli Ardika berharap rencana impor pick up dari India itu ditunda demi memperhatikan kemajuan industri otomotif dalam negeri. 

Menurut Putu, kemampuan industri otomotif nasional sebenarnya mampu memenuhi kebutuhan pick up untuk operasional Koperasi Merah Putih. Saat ini, kapasitas produksi industri otomotif mencapai 2,59 juta unit per tahun, namun realisasi produksi baru sekitar 1,3 juta unit. 

Baca juga : Isu Maritim Panas Di Laut, Ramai Di Panggung Narasi

“Kalau ini didorong, pasti akan sangat luar biasa dampaknya bagi industri kita. Karena kalau industri berkembang, lapangan pekerjaan bisa dipertahankan,” ujar Putu dalam konferensi pers GIICOMVEC 2026 di Jakarta Selatan, Senin (23/2/2026). 

Ia menambahkan, apabila pemerintah mempercayakan penyediaan kendaraan komersial kepada industri dalam negeri, sektor otomotif nasional dapat berkembang lebih baik. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.