Dark/Light Mode

BRI Cetak Laba Rp57,132 T Dukung Asta Cita Pemeritah, Perkuat Ekonomi Rakyat

Kamis, 26 Februari 2026 21:38 WIB
Direktur Utama BRI Hery Gunardi (kedua kiri) dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan IV 2025 di Kantor Pusat BRI Jakarta, Kamis (26/2/2026). (Foto: Dok. BRI)
Direktur Utama BRI Hery Gunardi (kedua kiri) dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan IV 2025 di Kantor Pusat BRI Jakarta, Kamis (26/2/2026). (Foto: Dok. BRI)

 Sebelumnya 
Dari sisi permodalan, Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI tercatat di level 23,52 persen di atas ketentuan minimum regulator.

Posisi ini menunjukkan kapasitas permodalan BRI yang memadai untuk menopang ekspansi bisnis secara prudent, menyerap potensi risiko, serta menjaga stabilitas dan ketahanan Perseroan.

Dengan struktur permodalan yang kokoh, BRI masih memiliki ruang yang cukup untuk terus mendorong pertumbuhan kredit, khususnya disegmen UMKM dan pembiayaan produktif, sejalan dengan komitmen mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Dari sisi kualitas aset, hingga akhir 2025 rasio NPL BRI terjaga di level 3,07 persen.

Hal tersebut menjadi semakin relevan mengingat portofolio BRI yang mayoritas disalurkan ke segmen UMKM, yang secara karakteristik memiliki risiko lebih granular.

Sehingga NPL yang rendah ini menunjukkan efektivitas strategi manajemen risiko yang solid dan penerapan prinsip kehati- hatian secara konsisten.

Untuk menjaga kualitas kredit, BRI juga membentuk pencadangan yang memadai dengan NPL Coverage sebesar 178,1 persen.

Selain penguatan funding, BRI juga memperkuat bisnis mikro dan sinergi dengan Holding Ultra Mikro (UMi) antara BRI, Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM).

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan langkah-langkah ini mencakup redesain peran dan peningkatan kapabilitas mantri, serta optimalisasi pipeline digital melalui BRIspot.

Menurutnya, hingga akhir Desember 2025, Holding UMi telah menjangkau lebih dari 34,5 juta debitur aktif, dengan total simpanan mikro mencapai lebih dari 187 juta rekening.

Baca juga : KPKI Dukung Program Pemerintah Perkuat Kawasan Kepabeanan

Selain itu, layanan bullion dan aplikasi digital Tring dari Pegadaian juga turut memperkuat posisi BRI Group dalam ekosistem emas nasional.

"Hingga akhir Desember 2025 total simpanan emas dalam ekosistem ultra mikro BRI Group mencapai 17,1 ton atau tumbuh 65,5 persen YoY,” ucap Akhmad.

Akhmad menambahkan, di saat yang bersamaan ekosistem holding ultra mikro BRI Group juga mencatat bahwa di sepanjang tahun 2025 sebanyak 1,4 juta debitur berhasil naik kelas, atau tumbuh 11,82 persen YoY,.

Di luar pembiayaan, BRI juga terus memperluas dampak pemberdayaan sebagai bagian dari komitmennya terhadap ekonomi kerakyatan.

Hingga akhir 2025, melalui Desa BRILIaN, BRI telah membina lebih dari 5 ribu desa di seluruh Indonesia.

Penguatan sektor produktif berbasis komunitas juga dilakukan oleh BRI melalui program KlasterkuHidupku, dengan pengembangan 42 ribu klaster usaha.

Di sisi digital, BRI menghadirkan platform LinkUMKM yang mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar, mitra bisnis, serta akses layanan keuangan.

Tercatat, hingga akhir 2025, lebih dari 14,9 juta pelaku UMKM telah memanfaatkan platform ini untuk memperluas pasar, meningkatkan kapasitas usaha, dan mempercepat proses naik kelas.

Selain itu, BRI juga membina 54 Rumah BUMN dan telah menyelenggarakan lebih dari 18 ribu pelatihan sebagai upaya berkelanjutan dalam meningkatkan daya saing dan kapabilitas UMKM di berbagai daerah.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perputaran roda perekonomian, BRI BRI juga terus mendorong inklusi keuangan sekaligus menciptakan sharing economy dengan melibatkan masyarakat sebagai BRILink Agen.

Baca juga : Menkop: Festival Kopdes Merah Putih 2026 Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Hingga akhir Desember 2025, jumlah BRILInk Agen telah mencapai lebih dari 1,1 juta agen atau tumbuh 12,2 persen YoY.

Agen-agen tersebut tersebar di lebih dari 66 ribu desa dan menjangkau lebih dari 80 persen penjuru negeri dengan volume transaksi tembus Rp1.746 triliun atau tumbuh 9,9 persen YoY.

Penguatan basis pendanaan turut menopang kinerja Perseroan sepanjang 2025.

Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto menyampaikan bahwa pertumbuhan dana murah BRI terus ditopang oleh optimalisasi kanal digital yang mencatat kinerja positif dengan pertumbuhan double digit.

Super App BRImo mencatat 45,9 juta pengguna per Desember 2025 atau tumbuh 18,9 persen YoY, dengan nilai transaksi mencapai Rp7.057 triliun atau meningkat 26,1 persen YoY.

Di segmen menengah hingga korporasi, layanan QLola juga menunjukkan pertumbuhan kuat. Jumlah pengguna aktif mencapai 113 ribu atau naik 48,1 persen, dengan volume transaksi tumbuh 36,2 persen YoY menjadi Rp13.456 triliun. Dari sisi merchant,

Sementara itu, dari sisi merchant, transaksi bisnis melalui BRI meningkat pesat. Volume penjualan merchant naik 48,1 persen yoy menjadi Rp 223,2 triliun.

Untuk QRIS BRI juga menunjukkan tren yang sama. Sales volume naik 100 persen YoY menjadi Rp85,6 triliun, sementara jumlah transaksinya tumbuh 127,5 persen yoy menjadi lebih dari 782,8 miliar transaksi.

Di tengah penguatan kinerja dan transformasi yang terus berjalan, BRI pun memastikan untuk terus berkomitmen dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam model bisnis, BRI secara konsisten mengarahkan portfolio bisnis untuk mendukung kegiatan yang memberikan dampak sosial dan lingkungan yang positif.

Hingga Desember 2025, portofolio Pembiayaan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS) BRI mencapai Rp718,7 triliun atau setara 53,5 persen dari total pinjaman BRI.

Baca juga : Pertamina Paparkan Strategi Swasembada Energi & Penguatan Ekonomi Rakyat di DPR

Sementara itu, portofolio Pembiayaan Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) BRI mencapai 7,1 persen dari total pinjaman BRI atau setara Rp93,2 triliun.

Dari sisi funding, BRI juga aktif mengembangkan Sustainable Wholesale Funding, di mana pada akhir Desember 2025 tercatat sebesar Rp45,6 triliun.

"Secara keseluruhan, pendekatan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan di BRI tidak hanya berorientasi pada pemenuhan regulasi, tetapi telah menjadi bagian integral dari strategi pertumbuhan Bank. Integrasi tersebut memperkuat ketahanan bisnis, memperluas akses pembiayaan yang bertanggung jawab, serta memberikan nilai tambah sosial dan lingkungan bagi seluruh stakeholders,” tutur Aquarius.

Transformasi BRIVolution Reignite juga mulai menunjukkan hasil nyata melalui penguatan perusahaan anak di bawah BRI Group sebagai sumber pertumbuhan baru.

Kinerja 10 perusahaan anak BRI tersebut tercatat semakin baik dan memberikan kontribusi positif terhadap BRI. Hingga akhir Triwulan IV 2025 tercatat total asset Perusahaan Anak BRI tumbuh 23,3 persen YoY menjadi Rp267 triliun.

Dari sisi profitabilitas, laba bersih Perusahaan Anak BRI meningkat 16,1 persen YoY, menjadi Rp10,38 triliun.

Dengan kinerja impresif tersebut, perusahaan anak BRI Group berhasil memberikan kontribusi laba sebesar 18,2 persen dari total laba konsolidasi BRI.

Menutup paparannya, Hery Gunardi menegaskan bahwa BRI terus memperkuat perannya sebagai bank yang berpihak pada ekonomi kerakyatan. Perseroan akan tetap berkomitmen mendukung berbagai program prioritas pemerintah, memberdayakan UMKM dan ekosistem ultra mikro, serta memperluas akses pembiayaan produktif yang inklusif dan berkelanjutan.

“BRI tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi memastikan setiap pertumbuhan memberikan dampak nyata bagi rakyat.

Dengan fondasi yang kuat dan transformasi yang konsisten, kami optimistis dapat terus tumbuh bersama rakyat untuk Indonesia,” pungkas Hery Gunardi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.