Dark/Light Mode

Tinjau Peternakan Ayam Di Malang

Zulhas: MBG Bikin Peternak Rasakan Kepastian Usaha

Kamis, 26 Februari 2026 07:05 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kedua kiri) melakukan kunjungan ke Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) Ayam Segar Tumpang (AST) di Desa Argosuko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (24/2/2026). (Dok. Kemenko Pangan)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kedua kiri) melakukan kunjungan ke Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) Ayam Segar Tumpang (AST) di Desa Argosuko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (24/2/2026). (Dok. Kemenko Pangan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau peternakan ayam di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (24/2/2026). Dalam kunjungan itu, peternak menyampaikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberi kepastian serapan produksi, sehingga usaha mereka kini lebih stabil.

Zulhas, sapaan Zulkifli Hasan, mengawali kunjungan di peternakan CV Telur Intan, Desa Kambingan, Kecamatan Tumpang, Malang. Selanjutnya, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini melanjutkan kerja ke Rumah Pemotongan Hewan Unggas Ayam Segar Tumpang (AST) di Desa Argosuko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Tiba di lokasi, Zulhas yang mengenakan kemeja putih lengan panjang dan topi hitam disambut Owner CV Telur Intan Tumpang, Kholiq. Zulhas kemudian diajak melihat proses produksi dari kandang hingga pengemasan.

Baca juga : Periksa Sekjen Kemnaker, KPK Dalami Pengangkatan Jabatan Tersangka Kasus K3

CV Telur Intan saat ini mengelola sekitar 150.000 ayam petelur. Kapasitas produksinya mencapai 9 hingga 11 ton telur per hari. Sebagian produksi rutin disalurkan ke 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pasokan itu untuk mendukung pelaksanaan MBG di wilayah Malang dan sekitarnya.

Perwakilan CV Telur Intan Ulfa mengungkapkan, pihaknya juga membuka lebih dari 50 lapak dan melayani pedagang di pasar.

Ulfa menambahkan, sebelum MBG berjalan, pemasaran telur sangat bergantung pada kondisi pasar. Harga dan permintaan sering berubah.

Baca juga : Komisi IV: Perlu, Peta Jalan Kebutuhan Garam Konsumsi

“Dengan adanya MBG, ada kepastian serapan produksi telur dari kami sebagai peternak. Kalau sebelumnya kami hanya mengandalkan pasar umum, sekarang ada tambahan permintaan yang jelas dan rutin,” ujarnya.

Menurutnya, kepastian itu membuat peternak lebih tenang. Perencanaan produksi bisa dilakukan dengan lebih terukur.

“Kami tidak merasa takut lagi telur kami tidak laku, karena ada serapan tambahan dari program MBG,” katanya.

Baca juga : Kaesang Cs Dapat Tambahan Personel, Eks Bupati Indramayu Gabung Ke PSI Jabar

Zulhas mengatakan, kunjungan tersebut untuk memastikan pasokan telur bagi program MBG berjalan lancar.

Zulhas menegaskan, MBG tidak hanya menyasar pemenuhan gizi masyarakat. Program ini juga mendorong perputaran ekonomi daerah, termasuk memberi kepastian usaha bagi peternak ayam petelur.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.